Winda Rianti
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK DENGAN MENGGUNAKAN MAGGOT BLACK SOLDIER FLY Rika Yayu Agustini; Winda Rianti; I Putu Eka Wijaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12705

Abstract

Abstrak: Sampah organik terus mengalami peningkatan dan menyebabkan permasalahan yang serius. Sampah organik yang tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan berbagai masalah seperti kesehatan, pencemaran badan air, pencemaran udara serta lingkungan. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyakarat serta mengurangi penimbunan sampah organik di Desa Malangsari dengan memanfaatkan Maggot Black Soldier Fly. Metode yang digunakan adalah sosialisasi kepada mitra yang terdiri dari masyarakat Desa Malangsari Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang sebanyak 24 orang. Evaluasi dilaksanakan dengan cara mitra mengisi formulir Pre-Test dan Post-Test. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 75% dalam memanfaatkan timbunan sampah organik, baik yang berasal dari limbah rumah tangga maupun limbah pertanian lainnya. Selain itu, dengan adanya sosialisasi ini juga dapat meningkatkan minat masyarakat dalam membudidayakan Maggot BSF sehingga terjadi juga peningkatan sosial ekonomi masyarakat dengan penjualan produk maggot kering untuk pakan ternak unggas dan pupuk organik sebagai media tanam organik. Abstract: Organic waste continues to increase and causes serious problems. Organic waste that is not handled properly will cause various problems such as health, pollution of water bodies, air pollution and the environment. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of the community and reduce the accumulation of organic waste in Malangsari Village by utilizing the Maggot Black Soldier Fly. The method used is outreach to partners consisting of 24 people from Malangsari Village, Pedes District, Karawang Regency. Evaluation is carried out by partners filling out the Pre-Test and Post-Test forms. The results of the service show that there is an increase in public knowledge of 75% in utilizing organic waste piles, both from household waste and other agricultural waste. In addition, this socialization can also increase public interest in cultivating BSF Maggot so that there is also an increase in the socio-economic community by selling dried maggot products for poultry feed and organic fertilizer as an organic planting medium. 
PEMBERDAYAAN SOCIO-TECHNOPRENEUR UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN KESEJAHTERAAN PELAKU USAHA PENGGILING PADI Rianita Puspa Sari; Deri Teguh Santoso; Winda Rianti; Desi Ristianti; Eva Fauziah; Radif Ramadan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26635

Abstract

Abstrak: Usaha penggilingan padi memiliki masalah terkait penggunaan teknologi, keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, hingga masalah pemasaran dan promosi. Selain itu hambatan dalam konsep Socio-technopreneur pada suatu usaha (UMKM) merupakan terbatasnya penerapan teknologi. Tujuan Pengabdian pada program kemitraan masyarakat untuk pemberdayaan socio-technopreneur untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pada pelaku usaha (UMKM) penggiling padi. Metode yang digunakan berupa sosialisasi, pelatihan dan pendampingan pada PB Dahlia selaku mitra pengabdian dengan jumlah peserta sebanyak 31 orang. Melalui evaluasi pada penyebaran angket kuesioner hasil PKM menunjukkan 64.5% sumber daya manusia pada PB Dahlia Desa Pulomulya memiliki tingkat pendidikan SD, hasil evaluasi dengan kuesioner pada pre-test dan post-test menunjukkan setelah PKM adanya peningkatan pemahaman terkait penggunaan teknologi sebesar 68.52%, terdapatnya perencanaan pemasaran, adanya media promosi berupa website dan katalog produk untuk menunjang area pengembangan pasar, hingga adanya model bisnis canvas dengan keunggulan bisnis berupa usaha penggilingan padi yang dapat meningkatkan diversifikasi produk berupa jasa pengiringan padi sebagai penerapan teknologi yang dihibahkan.Abstract: Rice milling businesses have problems related to the use of technology, limited human resources, lack of use of science and technology, and marketing and promotion problems. In addition, the obstacle in the Socio-technopreneur concept in a business (UMKM) is the limited application of technology. The purpose of community service in the community partnership program (Program Kemitraan Masyarakat) is to empower socio-technopreneurs to increase productivity and welfare of rice milling business actors (UMKM). The methods used were socialization, training and mentoring at PB Dahlia as a service partner with a total of 31 participants. The results of the evaluation with questionare PKM show that 64.5% of human resources at PB Dahlia, Pulomulya Village have an elementary school education level, Pre-test and Post-test after the PKM was carried out there was an increase in understanding related to the use of technology by 68.52%, there was marketing planning, there was promotional media in the form of a website and product catalog to support market development areas, to the existence of a canvas business model with business advantages in the form of a rice milling business that can increase product diversification in the form of rice escort services as an application of the technology that was donated.