Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI DALAM MANAJAMEN HUMAS Ni Made Adi Novayanti; Astuti Wijayanti
Jurnal Kajian Ilmu Komunikasi Vol 25 No 1 (2023): Jurnal Kajian Ilmu Komunikasi
Publisher : Dwijendra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini Humas merupakan salah satu kebutuhan setiap instansi termasuk intansi pemerintahan. Dalam penelitian yang berjudul «Implementasi Komunikasi Antar Pribadi Dalam Manajemen Humas» ini, bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi Komunikasi Antar Pribadi Dalam Manajemen Humas serta untuk mengetahui media apakah yang di gunakan dalam membangun komunikasi antar pribadi sebagai wujud implementasi manajemen humas. Berdasarkan analisis diketahui bahwa Implementasi Komunikasi Antar Pribadi pada Biro Humas dan Protokol Provinsi Bali telah berjalan dan terlaksana dengan baik dan positif.
Dampak Komunikasi Digital terhadap Pengembangan Pendidikan di Bali : Peluang dan Tantangan Astuti Wijayanti; Ni Yanti
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v4i2.1988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak komunikasi digital terhadap pengembangan pendidikan di Bali dalam konteks kemajuan sosial dan budaya. Penelitian ini mengeksplorasi peluang dan tantangan yang dihadapi oleh sistem pendidikan di Bali seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun teknologi digital dapat meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pendidikan, terdapat kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan yang membatasi peluang yang sama bagi seluruh siswa. Selain itu, paparan terhadap konten digital global berisiko mengurangi pemahaman siswa tentang nilai-nilai budaya lokal. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penerapan literasi digital dalam kurikulum pendidikan untuk membantu siswa memilah konten yang sesuai dengan budaya mereka. Penelitian ini juga menekankan pentingnya menggunakan teknologi sebagai alat untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal. Secara keseluruhan, komunikasi digital berpotensi besar dalam pengembangan pendidikan, namun harus diimbangi dengan upaya pelestarian budaya lokal untuk mencapai keseimbangan yang berkelanjutan.
Implications Of The Omnibus Law On The Dual Role: Social Risks For Women In The Balinese Tourism Industry Budi Shantika; Astuti Wijayanti
Journal of Research in Social Science and Humanities Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jrssh.v5i1.306

Abstract

This research aims to identify the impact of the implementation of the Omnibus Law (UU Cipta Kerja) on the position of women in the tourism sector in Bali, focusing on the social and cultural risks faced by female workers due to changes in labor policies. This study explores the role conflicts between traditional duties and job demands arising from labor deregulation. Using a qualitative methodology approach, data were collected through a literature review, document analysis of legal texts, academic articles, government reports, and news articles. The data were then analyzed using content analysis to identify key themes, such as the dual burden faced by women, social tensions, and the impact of policy changes on the well-being of female workers in Bali's tourism sector. The findings reveal that the implementation of the Omnibus Law worsens the social and economic conditions of female workers in the tourism sector by removing key labor protections such as menstrual leave and maternity leave. Challenges, such as the lack of gender-sensitive policies and cultural considerations continue to hinder the full potential of these workers. The study concludes that the Omnibus Law negatively impacts women's well-being, highlighting the need for labor policy reforms that are more inclusive of gender and culture to reduce inequalities and better support Balinese women in balancing their professional and traditional roles. Recommendations for future policy changes include implementing protections for female workers, ensuring cultural sensitivity, and providing better support systems for women in the workforce.