Mohammad Fattahun Ni'am
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dari Mistis Ke Bisnis: Praktik Okultisme Gus Syamsudin di Youtube Mohammad Fattahun Ni'am
Al-Adyan: Journal of Religious Studies Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-adyan.v3i2.4997

Abstract

In this postmodern era, occultism practices with a mystical touch still have a large market in Indonesia. This article discusses the occultism practices of Gus Syamsudin on the Nur Dzat Sejati youtube channel. The phenomenon of commercializing religion using occultism practices by Gus Syamsudin deserves to be studied because it has attracted a lot of public attention with all its controversies. The practices carried out by Gus Syamsudin certainly contain discourses that need to be revealed because they do not simply appear from a vacuum. This research attempts to expose the discourse of Gus Syamsudin by unraveling the ideology or power of the discourse maker. The author uses the critical discourse analysis theory by Teun van Dijk, which elaborates on three dimensions: text (all elements of semiotics), social cognition (how the text is consumed and interpreted), and social context (the background of text consumption). The Van Dijk model theory is used because it can study the mental state of the discourse maker and analyze the discourse that is prevalent in society. The results of this study show that the practices carried out by Gus Syamsudin are solely for commercial business purposes. He sees an opportunity in the midst of the religious Indonesian society, which is prone to having mystical beliefs, to make a profit. Di era post-modern praktik okultisme yang berbau mistis masih memiliki pasar besar di Indonesia. Artikel ini membahas mengenai praktik okultisme gus Syamsudin dalam channel youtube padepokan Nur Dzat Sejati. Fenomena komersialisasi agama dengan menggunakan praktik okultisme yang dilakukan oleh Gus Syamsudin ini perlu untuk dikaji karena banyak menarik perhatian masyarakat dengan segala kontroversinya. Praktik yang dilakukan oleh Gus Syamsuddin tentu memuat wacana yang perlu untuk diungkap karena tak serta merta muncul dari ruang hampa. Penelitian ini berusaha untuk menelanjangi wacana Gus Syamsudin dengan menyibak muatan ideologi atau kekuasaan pembuat wacana. Penulis menggunakan teori analisis wacana kritis model Teun van Dijk dengan mengelaborasikan tiga dimensi yakni teks (keseluruhan elemen semiosis), kognisi sosial (bagaimana teks dikonsumsi dan dimaknai), dan konteks sosial (latar belakang akibat konsumsi teks). Teori model Van Dijk ini digunakan karena dapat meneliti mental dari pembuat wacana dan menganalisa wacana yang berkembang di masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik yang dilakukan oleh Gus Syamsuddin semata hanya untuk kepentingan bisnis komersial. Ia melihat kesempatan ditengah masyarakat Indonesia yang agamis dan cenderung memiliki kepercayaan mistis untuk meraup keuntungan.