A. A. Sagung Mirah Indukirana
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mahendradatta Denpasar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERANAN PEREMPUAN HINDU DALAM PELESTARIAN NILAI SOSIAL BUDAYA DI DESA PENARUNGAN KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG A. A. Sagung Mirah Indukirana
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 1 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i1.807

Abstract

Aktivitas dan partisipasi perempuan selalu berpedoman pada sistem nilai budaya yang tentunya terus mengalami dinamika ke arah perkembangan Jaman. Demikian pula dengan kondisi peran perempuan di Kabupaten Badung dalam mengisi pembangunan. Konfigurasi sistem nilai budaya lokal di satu sisi bersumber dari agama Hindu dan pengaruh budaya modern terhadap budaya global di sisi lain turut menentukan pergerakan perempuan di Kabupaten Badung. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji dinamika yang diperankan oleh perempuan di Desa Penarungan Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung dalam upaya melestarikan nilai-nilai sosial budaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan tiga rumusan masalah yaitu (1) Apa peran strategis perempuan Hindu dalam upaya pelestarian nilai-nilai sosial budaya? (2) Nilai-nilai sosial budaya apa yang dilestarikan oleh perempuan Hindu di Desa Penarungan? (3) Bagaimana implikasi pelestarian nilai-nilai sosial budaya oleh perempuan Hindu di Desa Penarungan terhadap kehidupan sosial budaya masyarakat Penarungan? Teori yang digunakan sebagai analisis adalah Teori Struktural Fungsional dan Fenomenologi. Jenis dan sumber data yang dikumpulkan menggunakan teknik wawancara mendalam dan studi dokumen. Data dianalisis dengan analisis kualitatif menggunakan siklus Miles dan Huberman (1992) melalui tiga jalur kegiatan yang saling terkait: (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) referensi. Setelah data dianalisis diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Peran strategis perempuan Hindu di Desa Penarungan dalam upaya pelestarian nilai-nilai sosial budaya, berdasarkan hasil penelitian terlihat pada aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga/ istri suami, pencari nafkah tambahan dan perannya dalam kegiatan keluarga, Banjar dan desa adat. (2) Nilai sosial budaya yang dilestarikan oleh perempuan Hindu di Desa Penarungan antara lain: nilai kebersamaan atau gotong royong, menghormati suami sebagai kepala rumah tangga, etos kerja yang tinggi, rasa malu dan kemandirian. (3) Implikasi pelestarian nilai-nilai sosial budaya oleh perempuan Hindu di Desa Penarungan, betapapun kompleksnya peran perempuan Hindu di Desa Penarungan baik dalam posisi sebagai anggota keluarga, krama dadia, krama banjar, dan juga sebagai krama desa, namun dalam sistem sosiokultural masyarakat Bali perempuan masih tersubordinasi dari laki-laki. Akibatnya perempuan Hindu tidak memiliki hak waris, dan tidak pernah terlibat dalam proses pengambilan keputusan, baik di lingkungan keluarga, krama dadia, banjar, maupun sebagai anggota krama desa.