M. Widda Djuhan
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NILAI-NILAI SOSIAL DALAM TRADISI TEDHAK SITEN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS MATERI PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA KELAS IX DI MTS AL AZHAR KECAMATAN SAMPUNG KABUPATEN PONOROGO Arini Zakiyatul Anwariyah; M. Widda Djuhan
JIIPSI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.751 KB) | DOI: 10.21154/jiipsi.v2i2.1016

Abstract

Pembelajaran IPS selalu berkaitan dengan suatu kehidupan manusia berada pada masyarakat, menyertakan segala tingkah laku, kebutuhannya. Pembelajaran IPS memiliki permasalahan yang dianggap monoton dalam permasalahan materi, sumber Pembelajaran, dan lainnya. MTs Al Azhar Keacamatan Sampung menggunakan Tradisi merupakan kearifan lokal yang berasal dari masyarakat dan dilestarikan masyarakat. Tradisi merupakan solusi yang digunakan sebagai sumber Pembelajaran. Salah satunya adalah Tradisi Thedak siten Penelitian yang dilakukan oleh peneliti ini memiliki tujuan yakni berupa. Untuk mengetahui Nilai moral dan nilai agama dalam tradisi tedhak siten sebagai sumber pembelajaran IPS terpadu kelas IX di MTs Al Azhar Sampung Ponorogo dan Untuk mengetahui manfaat Nilai-nilai social dalam tradisi tedhak siten sebagai sumber pembelajaran IPS Terpadu kelas IX MTs Al Azhar Sampung. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif. Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan sebagai berikut : 1). Nilai moral yakni berupa tolong menolong, sikap sabar dan sikap sungguh-sungguh dalam menggapai sesuatu 2). Nilai agama yang terkandung dalam tradisi tedhak siten yaitu menggelar doa bersama dilakukan dengan bentuk syukur kepada Allah dan prosesi anak dipegangkan Al Quran 3). Bermanfaat bagi peserta didik yakni Pembelajaran akan mudah di pahami, Bermanfaat bagi peserta didik dengan membekali nilai sosial yang pada masyarakat sebagai bekal dikehidupan, pengenalan tradisi.
PEMANFAATAN MUSEUM PERJUANGAN JENDERAL SUDIRMAN PONOROGO SEBAGAI SUMBER BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS DI MTS MA’ARIF AL-ISLAH BUNGKAL PONOROGO Anam Susilo; M. Widda Djuhan
JIIPSI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.724 KB) | DOI: 10.21154/jiipsi.v2i2.1018

Abstract

Museum adalah sumber belajar yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar dan mengajar. Belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja dan pada setiap orang atau siapa saja tanpa dibatasi tempat, Waktu, dan yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan kendala-kendala yang dialami dalam pemanfaatan museum, Kedudukan Museum, dan Pemanfaatan Museum. Penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus. Subjek penelitian Guru dan Siswa. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. yaitu keingian siswa dan keinginan guru yang masih cukup rendah kendala eksternal yaitu sarana prasarana yang belum memadai, dan petugas yang serta dukungan dari pemerintah belum begitu bagus. Keberadaan Museum sebagai sumber belajar sejarah di MTs Ma’arif Al-Islah Bungkal menjadi hal yang Istimewa dan membawa gairah belarar siswa bertambah dan berbeda karena menyangkut tentang museum yang berada di daerah sendiri yaitu di Ponorogo. Serta menjadikan atmosfer yang berbeda dengan pelajaran yang lain dan sub-bab yang lain karena pada sub-bab mempertahankan kemerdeakaan ini pemanfaatannya kurang maksimal dan kurang adanya dukungan dari pemerintah serta intansi-intansi terkait, dengan adanya dukungan dan dorongan akan menjadikan museum bermanfaat di bidang pendidikan.