Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Intervensi Efikasi Diri Terhadap Perbaikan Kondisi Pasien Hemodialisa Ii Solihah; Reni Chaerani; Amelia Arnis
Essential English Grammar Vol 1 No 1 (2021): Journal Of Health and Cardiovascular Nursing
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.282 KB) | DOI: 10.36082/jhcn.v1i1.265

Abstract

Pasien yang menjalani HD jangka panjang seringkali memiliki masalah kesehatan fisik maupun psikologis. Masalah tersebut dapat diminimalisir apabila individu tersebut memiliki efikasi diri (Self Efficacy) yang tinggi. Tujuan Penelitian diketahuinya pengaruh Intervensi Efikasi Diri terhadap kondisi fisik dan psikologis Pasien Hemodialisa di RSUD Pasar Rebo Jakarta, Jenis penelitian quasi experiment dengan rancangan pre-dan post test, sampel penelitian 30 pasien hemodialisa, , tekhnik pengambilan sampel purposive sampling , data menggunakan kuesioner dan uji statistik uji T. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil pengukuran pada kondisi psikologis, motivasi serta dukungan keluarga sebelum intervensi dan setelah intervensi dengan rata rata nilai sebelum 14,400, 4800, 4,667 meningkat setelah intervensi menjadi 14.766, 4967 4967 dengan selisih peningkatan point masing masing sebesar 0,366, 0,167, nilai palue p = 0,0062 , 0,05 dan 0,017Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan adanya Pengaruh intervensi Efikasi diri pasien hemodialisa. Rekomendasi : penelitian ini agar dilanjutkan dengan instrument yang lebih spesifik.
Analisis Hubungan Kualitas Hidup dan Resiliensi dengan Kepatuhan Pengobatan pada Lansia dengan Hipertensi Ressa Andriyani Utami; Wahyu Widagdo; Reni Chairani; Ii Solihah; Fenti Hasnani
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.23946

Abstract

ABSTRACT Hypertension is one of the most common chronic diseases among older adults and requires long-term treatment. However, medication adherence in the elderly remains low, increasing the risk of complications such as stroke and heart failure. Psychosocial factors such as quality of life and resilience are believed to influence adherence behavior. This study aimed to determine the relationship between quality of life and resilience with medication adherence among older adults with hypertension. This study used an analytic survey design with a cross-sectional approach involving 110 older adults with hypertension in Kebagusan Urban Village. Research instruments included the WHOQOL-BREF, the Connor–Davidson Resilience Scale (CD-RISC), and the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Data were analyzed using the Chi-Square test. Most respondents had moderate quality of life (80%), high resilience (79.1%), and low medication adherence (92.7%). There was a significant relationship between quality of life (p = 0.025) and resilience (p = 0.046) with medication adherence. Quality of life and resilience are significantly associated with medication adherence; therefore, psychosocial factors should be considered in the management of hypertension among the elderly. Keywords: Hypertension, Medication Adherence, Quality of Life, Resilience.  ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling banyak dialami lansia dan membutuhkan pengobatan jangka panjang. Namun, kepatuhan pengobatan pada lansia masih rendah, sehingga meningkatkan risiko komplikasi seperti stroke dan gagal jantung. Faktor psikososial seperti kualitas hidup dan resiliensi diduga berpengaruh terhadap perilaku kepatuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas hidup dan resiliensi dengan kepatuhan pengobatan pada lansia hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional pada 110 lansia hipertensi di Kelurahan Kebagusan. Instrumen penelitian meliputi WHOQOL-BREF, Connor–Davidson Resilience Scale (CD-RISC), dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Mayoritas responden memiliki kualitas hidup kategori sedang (80%), resiliensi tinggi (79,1%), dan kepatuhan pengobatan rendah (92,7%). Terdapat hubungan signifikan antara kualitas hidup (p = 0,025) dan resiliensi (p = 0,046) dengan kepatuhan pengobatan. Kualitas hidup dan resiliensi berhubungan signifikan dengan kepatuhan pengobatan, sehingga faktor psikososial perlu diperhatikan dalam manajemen hipertensi lansia. Kata Kunci: Hipertensi, Kepatuhan Pengobatan, Kualitas Hidup, Resiliensi.