Hesty Marlena Datemoli
Universitas Kristen Satya Wacana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Makna Naadang Adatia sebagai Pendampingan Pastoral dalam Perkawinan di Masyarakat Dadibira Hesty Marlena Datemoli
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 4, No 1: Desember 2022
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55884/thron.v4i1.50

Abstract

This article aims to analyze the meaning of “naadang adatia” in the marriage context in the Dadibira community Kecamatan Pulau Pura Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur. In the tradition of the Dadibira community, there is a concept known as naadang adatia. Naadang adatia is a tradition and a meal after the wedding. Naadang adatia has a meaning: First, the togetherness value can be seen from the community involvement in every aspect of life, both joy and sorrow. Next, Naadang adatia for the value of pooling and sustainer; this value shows us how the family supports each other, so this can create harmony in the middle of the community. And last, the meaning of Naadang adatia is for peace that contains hope and prayer so that in carrying out “naadang adatia”, the people in the community can avoid conflict and live happily and in harmony in the community life. This method of research used descriptive analysis with a qualitative approach. This approach will describe naadang adatia as cultural heritage values used as a marriage counseling assistance in the Dadibira community. This article aims to understand the sacred importance of naadang adatia as a companion assistant in the pastoral approach to see local knowledge as the approach pattern. AbstrakTujuan penulisan artikel ini, untuk menganalisisi makna naadang adatia pada konteks perkawinan di Masyarakat Dadibira Kecamatan Pulau Pura Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur.  Tradisi perkawinan di masyarakat Dadibira terdapat konsep yang di kenal sebagai naadang adatia. Naadang adatia merupakan tradisi makan adat yang dilakukan setelah melangsungkan acara perni-kahan. Naadang adatia memiliki makna sebagai berikut yaitu: Pertama, nilai kebersamaan terlihat dari masyarakat yang melibatkan diri dalam setiap aspek kehidupan baik dalam suka cita maupun duka-cita. kedua naadang adatia sebagai nilai penyatuan dan penopang, nilai ini memperlihatkan bagai-mana keluarga saling menopang satu sama lain sehingga tercipta kerukunan di tengah masyarakat. Ketiga makna dari naadang adatia sebagai perdamaian yang mengandung harapan dan doa agar dalam melaksanakan naadang adatia masyarakat terhindar dari konflik dan hidup bahagia serta harmonis dalam kehidupan bermasyarakat. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptis dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini akan mendeskripsikan naadang adatia sebagai nilai-nilai warisan budaya yang digunakan sebagai pendampingan konseling dalam perkawinan di masyarakat Dadibira. Tujuan dari penulisan artikel ini, untuk memahami nilai kesakralan naadang adatia sebagai pendekatan pendampingan dalam pastoral dengan melihat kearifan lokal sebagai pola pendekatan.