Yovansia Christoforus
Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

WADAH PEDAGANG KAKI LIMA UNTUK BERJUALAN BERDASARKAN KONDISI SETIAP TAHUNNYA PADA PASAR ASEMKA Yovansia Christoforus; Yunita Ardianti Sabtalistia
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.21771

Abstract

street vendors often use public spaces which result in disruption of order and the beauty of an area. Street vendors are one of the priority problems in the Pasar Asemka area, the growth of street vendors from year to year continues to make the Pasar Asemka condition more crowded and uncontrollable. In addition, it can be seen from the conditions every year at the Pasar Asemka, namely in 2018 the condition of the Pasar Asemka which was fairly messy, excessive density turned into a deserted area for visitors and street vendors in 2020 where in that year a virus entered. Therefore, urban acupuncture is needed which is assisted by case research methods and field research in the Pasar Asemka area by making a container that can accommodate street vendors to sell in any condition, where the container is made based on the characteristics of street vendors, in which there is a kiosk program, open space, outdoor event, Pasar Asemka gallery. The program given to the container is also equipped with supporting programs such as 3P, parking lots with a hydraulic system and the freedom of street vendors to choose where they sell their goods. Keywords:  Characteristic of Street Vendors; Pasar Asemka; Street Vendors; Virus Abstrak Keberadaan PKL merupakan salah satu sumber permasalahan yang ada di DKI Jakarta ini karena para pedagang kaki lima sering menggunakan ruang publik dimana mengakibatkan terganggunya ketertiban dan keindahan sebuah kawasan. PKL merupakan salah satu permasalahan prioritas di kawasan Pasar Asemka, pertumbuhan pedagang kaki lima dari tahun ke tahun terus membuat kondisi Pasar Asemka menjadi semakin padat dan tidak terkendali. Selain itu dilihat dari kondisi setiap tahunnya pada Pasar Asemka yaitu pada tahun 2018 kondisi Pasar Asemka yang terbilang berantakan, kepadatan yang berlebihan berubah menjadi kawasan yang sepi akan pengunjung dan pedagang kaki lima pada tahun 2020 dimana pada tahun tersebu masuknya sebuah virus. Maka dari itu diperlukan urban acupuncture yang dibantu dengan metode penelitian kasus dan penelitian lapangan pada kawasan Pasar Asemka dengan membuat sebuah wadah yang dapat menampung para pedagang kaki lima untuk berjualan dalam kondisi apapun, dimana wadah tersebut dibuat berdasarkan karakterisitik pedagang kaki lima, yang didalamnya terdapat sebuah program kios, ruang terbuka, outdoor event, galeri Pasar Asemka. Program yang diberikan pada wadah juga dilengkapi dengan program pendukung seperti 3P, tempat parkir dengan sistem hidrolik serta adanya kebebasan pedagang kaki lima untuk memilih dimana lokasi dia berjualan.