Agnatasya Listianti Mustaram
Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PUNYA KITE: IDENTITAS BARU PRINSEN PARK DALAM LOKALITAS KAWASAN MANGGA BESAR Angelica Kosasi; Agnatasya Listianti Mustaram
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.22202

Abstract

The identity of a city is formed by the conditions, character, and competitive advantages possessed by the city, which makes a city different from other cities because of its uniqueness and distinctiveness, as well as its features. Nowadays, the identity of the city is often lost in the flow of modernization and the development of the times which demands that everything is fast and instant, leading to uniformity. Prinsen Park, located in Mangga Besar, has been an entertainment center since the Dutch era, which can be said to be the forerunner of many modern cinemas. Tankwood or formerly known as the artist village is the Hollywood version of Jakarta in the 1940s. However, modernization eliminates this positive entertainment center. Prinsen Park which is now the Lokasari area, has turned into a nightlife center that has lost its initial identity and becomes negative. Shop houses that are partially abandoned can also be seen in the Lokasari area at this time. This degradation in terms of physical, social, and mental needs to be restored to restore the lost Lokasari identity. Urban acupuncture method is used to restore this area. The architectural program that is carried out is expected to form a new Lokasari identity as an entertainment center with its uniqueness that is friendly to all ages, with programs that are adapted to the circumstances and preferences of the local community. Keywords:  Architecture, Degradation, Identity, Locality, Prinsen Park, Urban acupuncture Abstrak Identitas dari sebuah kota terbentuk oleh kondisi, karakter, dan keunggulan kompetitif yang dimiliki kota tersebut, yang menjadikan suatu kota berbeda dengan kota-kota lain karena keunikan dan kekhasannya, serta keistimewaannya. Sekarang ini, identitas kota seringkali hilang terbawa arus modernisasi dan perkembangan zaman yang menuntut segala sesuatu serba cepat dan instan, hingga berujung pada keseragaman. Prinsen Park yang berada di Mangga Besar, merupakan pusat hiburan sejak era Belanda, yang dapat dikatakan sebagai cikal bakal dari banyak bioskop di zaman modern ini. Tangkiwood atau yang dulu dikenal sebagai kampung artis merupakan Hollywood versi Jakarta pada tahun 1940an. Namun, modernisasi menghilangkan pusat hiburan yang bersifat positif ini. Prinsen Park yang sekarang merupakan kawasan Lokasari, berubah menjadi pusat hiburan malam yang menghilangkan identitas awal dan menjadi negatif. Ruko-ruko yang sebagian terbengkalai juga terlihat pada kawasan Lokasari saat ini. Degradasi baik dari segi fisik, sosial, dan mental ini perlu dipulihkan untuk mengembalikan identitas Lokasari yang hilang. Metode urban acupuncture digunakan untuk memulihkan kawasan ini. Program arsitektur yang diusung diharapkan dapat membentuk identitas Lokasari yang barusebagai pusat hiburan dengan kekhasannya yang ramah bagi semua umur, dengan program yang disesuaikan dengan keadaan dan kegemaran masyarakat setempat.
PUSAT EKONOMI KREATIF SENEN: MENGHIDUPKAN KAWASAN PERDAGANGAN DI SENEN Jovan Kendrix; Agnatasya Listianti Mustaram
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.22204

Abstract

Senen is an area known as the center of economy, trade, and a bustling youth gathering place in its time. But after the monetary crisis that caused riots, many traders who lived in Senen area decided to move. The degradation that occurred caused the Senen area, which was previously called as the Senen Triangle and was the center of trade. But now less than optimal and only relied on a few places that were busy with buying and selling activities. With the narrative architecture method, the Senen area which was previously degraded due to the monetary crisis can again become a trading center, which can improve the economy of the Senen community. One way is by utilizing UMKM around the Senen area to be used as an adaptive creative economy in order to adapt to modern era. Senen Creative Economy Center is expected to be a solution to improve the economy, especially the creative economy such as UMKM. In addition to improving the economy for the surrounding community, the Senen Creative Economy Center is also expected to be a gateway to introduce a glimpse of the Senen area. With the Creative Economy Center, this area is expected to adapt to the times and can restore and restore the Senen area as an economic place and gathering place. Keywords:  Creative Economy; Degradation; Urban Acupuncture Abstrak Senen adalah kawasan yang lekat dengan pusat perekonomian, perdagangan, dan juga tempat berkumpul anak muda yang ramai pada masanya. Namun setelah terjadinya krisis moneter yang menyebabkan adanya kerusuhan menyebabkan banyak pedagang yang tinggal di daerah Senen memutuskan untuk pindah. Degradasi yang terjadi menyebabkan kawasan Senen yang sebelumnya dijadikan sebagai Segitiga Senen dan merupakan pusat perdagangan menjadi kurang maksimal dan hanya bertumpu dibeberapa tempat saja yang ramai dengan kegiatan jual beli. Dengan metode narrative architecture, Kawasan Senen yang sebelumnya mengalami degradasi akibat krisis moneter dapat kembali menjadi pusat perdagangan, yang dapat meningkatkan perkonomian masyarakat Senen. Salah satu caranya dengan memanfaatkan UMKM yang ada disekitar kawasan Senen untuk dijadikan sebagai ekonomi kreatif yang adaptif agar dapat beradaptasi dengan era modern sekarang ini. Tujuan dari Pusat Ekonomi Kreatif Senen yaitu dapat menjadi solusi untuk meningkatkan perekonomian terutama ekonomi kreatif seperti UMKM. Selain untuk meningkatkan ekonomi untuk masyarakat sekitar Pusat Ekonomi Kreatif Senen juga diharapkan dapat menjadi gerbang untuk memperkenalkan sekilas kawasan Senen. Dengan adanya Pusat Ekonomi Kreatif, kawasan ini diharapkan dapat beradaptasi dengan zaman dan dapat mengembalikan serta memulihkan kawasan Senen sebagai tempat ekonomi dan tempat berkumpul.
UPPERSIDE STORY OF KALI ANYAR: PEMULIHAN LINGKUNGAN HIDUP PADA KAWASAN HUNIAN PADAT KALI ANYAR Jeremy James; Agnatasya Listianti Mustaram
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.22207

Abstract

Kali Anyar, Tambora sub-district has the nickname as the most densely populated area in Southeast Asia. Starting from the problems that occurred in the Kali Anyar sub-district, Tambora sub-district, namely as a result of its density many problems occurred such as many narrow alleys, poor sanitation, lack of water catchment areas, no recreational facilities, and no children's playground. As a result of the continued density in this area, land is very limited, so there are some facilities and infrastructure that cannot be accommodated, and in this area there is a degradation of environmental quality. In this study, the method used is a daily method as well as narrative, while for the design method, in this study using a participatory method, and also applying some principles of urban acupuncture. This architectural project aims to provide facilities that can improve the quality of the environment in the Kali Anyar sub-district area by creating a second layer, so that activities that cannot occur/are carried out in the first layer can be realized in the second layer, so as to overcome the degradation that occurs. Keywords: Daily, Degradation, Participatory, Second Layer City, Urban Acupuncture Abstrak Kelurahan Kali Anyar, kecamatan Tambora memiliki julukan sebagai kawasan terpadat se Asia Tenggara. Bermula dari permasalahan yang terjadi pada kelurahan Kali Anyar, kecamatan Tambora, yaitu akibat dari kepadatannya banyak permasalahan yang terjadi seperti banyak terdapat gang-gang sempit, sanitasi yang kurang baik, minimnya daerah resapan air, tidak adanya sarana rekreasi, tidak adanya tempat bermain anak. Akibat dari kepadatan yang terus terjadi pada kawasan ini, lahan menjadi sangat terbatas, sehingga ada beberapa sarana maupun prasarana yang tidak dapat ditampung, dan pada kawasan ini terjadi degradasi kualitas lingkungan hidup. Dalam penelitian ini, metode yang dipakai merupakan metode keseharian dan juga narasi, sedangkan untuk metode perancangannya, dalam penelitian ini menggunakan metode partisipatif, dan juga menerapkan beberapa prinsip akupunktur kota. Proyek arsitektur ini bertujuan untuk memberikan ketersediaan fasilitas yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup pada kawasan  kelurahan Kali Anyar dengan membuat lapisan kedua, sehingga aktivitas yang tidak dapat terjadi/dilakukan pada lapisan pertama dapat diwujudkan pada lapisan kedua, sehingga dapat mengatasi degradasi yang terjadi.
RUMAH POHON TAMBORA: PERBAIKAN KUALITAS UDARA MELALUI FILTRASI POLUSI UDARA PERKOTAAN DI KAWASAN TAMBORA Evan Dylan; Agnatasya Listianti Mustaram
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.22208

Abstract

Air is a very important element for life on this earth. The oxygen that humans and animals need to breathe and plants' carbon dioxide for photosynthesis also comes from the air. But the current situation is very bad. According to WHO, more than 90% of the world's population, air pollution is estimated to cause 4.2 million premature deaths in 2016, of which 91% are dominated by low- and middle-income countries, including Southeast Asia and the Western Pacific (WHO, 2018). With the decline in air quality in big cities, this is becoming a serious problem for city dwellers, the air that we live with every day will be unfriendly and can cause serious illness. By analyzing the efforts of nature and humans in terms of reducing air pollution, I used this method to be applied to the Tambora Tree House to reduce air pollution levels to the maximum. Seeing the large area affected by air pollution, it is not possible to immediately try to clean the existing air, so the Tambora Tree House aims to be an example and the beginning of a cleaning air process in urban areas that can be felt directly by the community around the site by carrying out activities and feeling the air flow out from the site. Keywords:  Air; Air Quality; Air Pollution; Clean Air; Health; Respiratory Abstrak Udara adalah unsur yang cukup penting bagi kehidupan mahluk hidup di bumi ini. Oksigen merupakan unsur yang diperlukan manusia dan juga hewan untuk bernapas dan karbon dioksida yang diperlukan tumbuhan untuk melakukan fotosintesis juga berasal dari udara. Tetapi keadaan di perkotaan saat ini sangat-lah memprihatinkan. Menurut WHO ada lebih dari 90% populasi di dunia telah menghirup udara beracun, Polusi udara yang terjadi diperkirakan telah menyebabkan 4,2 juta kematian prematur di dunia pada tahun 2016, di mana 91%-nya didominasi oleh negara dengan berpenghasilan rendah hingga menengah, termasuk Asia Tenggara dan Pasifik Barat (WHO, 2018). Dengan penurunan kualitas udara yang ada di kota-kota besar, ini merupakan hal yang cukup serius bagi penghuni kota, udara yang sehari hari Bersama dengan kita semakin tidak bersahabat dan dapat mengakibatkan penyakit yang serius. Dengan menganalisis upaya alam dan manusia dalam hal menurunkan tingkat polusi udara saya menggunakan metode tersebut untuk diterapkan dalam Rumah Pohon Tambora agar dapat menurunkan tingkat polusi udara dengan maksimal. Melihat besarnya wilayah yang menjadi dampak polusi udara maka Rumah Pohon Tambora bertujuan untuk menjadi contoh dan awal mula proses pengembalian udara bersih di perkotaan yang dapat di rasakan langsung oleh masyarakat sekitar tapak dengan beraktifitas dan merasakan aliran udara yang keluar dari tapak.
MEMBANGUN RASA TOLERANSI PADA KAWASAN GLODOK MELALUI GROUND ZERO ORION PLAZA Clement Clement; Agnatasya Listianti Mustaram
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.22211

Abstract

Tolerance is a form of mutual respect between human differences from all aspects such as ethnicity, religion, and race. Tolerance will grow by respecting each other and being able to accept differences. The Ground Zero Orion Plaza project is a re-design project of Plaza Orion as a public space with the aim of being a forum for tolerance from heterogeneous communities in the Glodok-Pancoran area which is known as the Chinatown center in Jakarta. Seeing from the historical and cultural aspects, it can be traced that there have been several disputes that contain elements of intolerance in this area, causing degradation in terms of the quality of space to humans in the form of physical, mental, and social degradation. Until now, Orion Plaza and its surroundings have become protected areas every time there is an action movement from the community for fear that what has happened in the past will happen again. This Ground Zero Orion Plaza project is a project that tries to design a space with a neutral concept that can be a place of tolerance and social interaction between equal groups of people so that they have a vision to be a protector of the region from things that smell of intolerance in the present and in the future. Building a space that can foster a sense of tolerance requires a public space that can be used by anyone from any background so that by designing a community and cultural space it can become the result in this design. Keywords: Degradation; Neutral; Public area; Social interactions; Tolerance Abstrak Toleransi merupakan sebuah wujud sikap yang saling menghormati antar perbedaan manusia dari segala aspek seperti suku,agama,dan ras . Rasa toleransi akan tumbuh dengan cara saling menghormati satu sama lain dan mampu menerima perbedaan. Proyek Ground Zero Orion Plaza merupakan sebuah proyek re-desain dari Plaza orion sebagai ruang publik dengan tujuan dapat menjadi wadah toleransi dari masyarakat yang heterogen pada kawasan Glodok-Pancoran yang dikenal sebagai pusat pecinan di Jakarta. Melihat dari aspek Sejarah serta budaya dapat ditelusuri pernah terjadinya beberapa persitiwa perselisihan yang mengandung unsur intoleransi pada daerah ini sehingga menimbulkan adanya degradasi dari segi kualitas ruang hinga manusia dalam bentuk degradasi fisik, mental, dan sosial. Hingga saat ini Plaza orion dan sekitar menjadi kawasan yang dilindungi setiap adanya sebuah gerakan aksi dari masyarakat dengan alasan takut hal yang dahulu pernah terjadi dapat terulang lagi. Projek Ground Zero Orion Plaza ini merupakan proyek yang bertujuan membentuk sebuah ruang yang berkonsep netral yang dapat menjadi wadah toleransi dan interaksi sosial dari antar kalangan masyarakat yang setara sehingga mempunyai visi dapat menjadi pelindung kawasan dari hal yang berbau intoleransi di masa kini dan yang akan datang. Membangun sebuah ruang yang dapat menumbuhkan rasa toleransi dibutuhkan sebuah ruang publik yang dapat digunakan oleh siapa pun dari latar belakang manapun sehingga dengan merancang sebuah ruang untuk komunitas dan budaya dapat menjadi hasil pada peracangan ini.
STRATEGI PENERAPAN KONSEP ADAPTIVE REUSE PADA BANGUNAN BERSEJARAH OLYMPIA PLAZA MEDAN Sally Tanaka; Agnatasya Listianti Mustaram
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22604

Abstract

Olympia Plaza is one of the historic buildings located in the Central Market area of ​​Medan City, where this area is a vital trading area because it is not far from the city center (<1 km). Olympia Plaza itself was known as the most complete mall of its time (1980), so it is only natural that this place is crowded with visitors and is a favorite mall for all people. This of course also makes Olympia have a big impact and influence on the Central Market area. However, Olympia's glory days are slowly fading after a decade or so due to the shopping center located right next to it as well as the discontinuation of self-service operations and the multiple occurrences of fires within the plaza. As a result of the degradation of Olympia Plaza, the Central Market Area experienced 'paralysis' where this area still exists but is felt differently due to reduced movement in the area. Therefore, this study aims to revive and preserve historical buildings through the concept of adaptive reuse. The method used in this project is using the heritage future method and the contextual method as a basic design guideline. The condition of the existing buildings that need to be repaired and maintained is also analyzed to obtain a design synthesis that will become part of the concept and strategy for implementing adaptive reuse in the Olympia Plaza Medan building. In conclusion, this research is expected to provide an overview to the public about the importance of efforts to maintain and preserve historic buildings as the identity of a city, where one example is the Olympia Plaza Medan building. Keywords: adaptive reuse; historical building; preservation Abstrak Olympia Plaza merupakan salah satu bangunan bersejarah yang terletak di kawasan Pusat Pasar Kota Medan, dimana kawasan ini merupakan sebuah kawasan perdagangan yang vital karena letaknya yang tidak berjauhan dari pusat kota (<1 km). Olympia Plaza sendiri terkenal sebagai mal paling lengkap pada masanya (1980), sehingga sangat wajar tempat tersebut ramai dikunjungi dan sebagai mal favorit semua kalangan. Hal ini tentu juga membuat Olympia memiliki dampak dan pengaruh yang besar pada kawasan Pusat Pasar. Akan tetapi, masa-masa kejayaan Olympia perlahan memudar setelah menginjaki selama kurang lebih satu dekade yang disebabkan oleh pusat perbelanjaan yang terletak persis di sampingnya dan juga karena adanya pemberhentian operasi swalayan serta beberapa kali terjadinya kebakaran di dalam plaza tersebut. Akibat terdegradasinya Olympia Plaza, Kawasan Pusat Pasar mengalami 'kelumpuhan' dimana kawasan ini masih tetap ada tetapi dirasakan berbeda karena pergerakan atau movement yang berkurang pada kawasan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghidupkan kembali serta melestarikan bangunan bersejarah melalui konsep adaptive reuse. Adapun metode yang digunakan dalam proyek ini yaitu menggunakan metode heritage future dan metode kontekstual sebagai pedoman dasar perancangan. Kondisi bangunan eksisting yang perlu diperbaiki dan dipertahankan juga dianalisis agar mendapatkan sebuah sintesis desain yang akan menjadi bagian dari konsep dan strategi penerapan adaptive reuse pada bangunan Olympia Plaza Medan. Kesimpulannya, dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa pentingnya upaya untuk mempertahankan dan melestarikan bangunan bersejarah sebagai identitas sebuah kota, dimana salah satu contohnya yaitu bangunan Olympia Plaza Medan.
PERAN ARSITEKTUR DALAM PERENCANAAN SIRKULASI TERMINAL BUS BLOK M Clarameivia Beldicta; Agnatasya Listianti Mustaram
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22623

Abstract

Bus Station is a point with a very high circulation flow, both passengers and operating vehicles. In a bus terminal or similar building, an excellent design is needed, especially a circulation for the convenience of passengers, managers, and operating transportation. Often in several bus station there is poor circulation, which has an effect from several aspects. Blok M Bus Station is one of the bus station with poor circulation in terms of passengers and operating buses. Following the standardization of good terminal design, the re-planning of Blok M Bus Station requires wider and more organized circulation especially to support passenger comfort. Using the existing Blok M Mall is a useful reciprocal method for expanding circulation and increasing store visitors. Apart from the main program of a bus station, program expansion is also used to cover a wider range of visitors from various parts of the region, especially in Jabodetabek area. Connection also applies to terminals and several other nearby TOD points. Keywords:  activity; bus station; circulation; passenger; Transit Oriented Development Abstrak Terminal Bus merupakan sebuah titik dengan alur sirkulasi yang sangat tinggi, baik penumpang maupun kendaraan yang beroperasi. Dalam sebuah terminal bus atau bangunan sejenisnya, dibutuhkan sebuah perancangan yang sangat baik terutama sebuah sirkulasi untuk kenyamanan para penumpang, pengelola, dan transportasi yang beroperasi. Seringkali di beberapa terminal bus memiliki sirkulasi yang kurang baik sehingga memberikan efek dari beberapa segi. Terminal Blok M merupakan salah satu terminal dengan sirkulasi yang kurang baik bagi segi penumpang dan bus yang beroperasi. Mengikuti standarisasi akan perancangan terminal yang baik, perencanaan ulang Terminal Blok M membutuhkan sirkulasi yang lebih luas dan tertata terutama untuk mendukung kenyamanan penumpang. Penggunaan Blok M Mall pada eksisting merupakan metode timbal balik yang berguna untuk memperluas sirkulasi dan peningkatan pengunjung toko. Selain program utama sebuah terminal, perluasan program juga digunakan untuk mencakup pengunjung lebih luas dari berbagai penjuruh wilayah khususnya di Jabodetabek. Penyambungan juga berlaku terhadap terminal dan beberapa titik TOD terdekat lainnya.