Claresta Gemma Tjong
Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN METODE KESEHARIAN UNTUK MENGHIDUPKAN KEMBALI KAWASAN PIK PENGGILINGAN MELALUI FUNGSI PUSAT OLAHRAGA DAN REKREASI SEBAGAI ATTRACTOR Claresta Gemma Tjong; Petrus Rudi Kasimun
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.22236

Abstract

PIK Penggilingan is a small and medium enterprise area, initially known as a shopping tourism area, before the recent degradation occurred in some spots. Tends to be more active from evening to night, PIK Penggilingan becomes an unproductive area, especially in the afternoon. The lack of green spaces and recreation facilities for the citizens to socialize, gather, and relax makes them, especially the blue-collar workers, feel stressed. Both of these things create many problems, such as an unhealthy lifestyle and environment. Through the application of urban acupuncture, new programs are injected as a medicine, that combined with everydayness method for the currently sick area, beneficial to improve the city's quality in a small-scale intervention. The pattern of everydayness that tends to be unhealthy is formed in the area which is the main reference for determining the right program for this project. Through urban acupuncture and everydayness of this area, sports activities are applied to become a bridge as well as a medicine to the area, thus developing and creating a healthy lifestyle and environment for the citizens. Sports activities are able to have a role in improving the welfare of the citizen, along with accommodating social interactions among them. Therefore, PIK Penggilingan area which was dim and unattractive to the surroundings, can gradually thrive and become a viable sports tourism area. Keywords:  Social Space; Sport and Recreation; Urban Acupuncture Abstrak Kawasan PIK Penggilingan merupakan kawasan industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang pada awalnya dikenal sebagai kawasan wisata belanja, sebelum mengalami degradasi di berbagai titik seperti sekarang.  Cenderung aktif pada sore hingga malam hari, PIK Penggilingan menjadi kawasan yang tidak produktif pada siang hari. Minimnya ruang hijau serta fasilitas rekreasi bagi masyarakat untuk bersosialisasi, berkumpul, maupun relaksasi diri membuat masyarakat, khususnya pekerja pabrik menjadi stres. Kedua hal ini menyebabkan banyak masalah yang timbul, seperti pola hidup masyarakat dan lingkungan yang tidak sehat. Melalui penerapan urban Akupunktur, “program” baru disuntikkan sebagai obat bagi kawasan yang sedang sakit. Dengan cara menggabungkan metode keseharian dan metode urban akupunktur pada kawasan ditujukan untuk meningkatkan kualitas kota menjadi lebih baik dalam intervensi skala kecil. Pola keseharian masyarakat yang cenderung tidak sehat terbentuk dalam kawasan menjadi acuan utama untuk menentukan program yang tepat bagi proyek ini. Dengan begitu, kegiatan olahraga kawasan yang diterapkan dengan metode urban Akupunktur dan keseharian dapat menjadi jembatan sekaligus obat bagi kawasan ini, sehingga dapat berkembang dan menciptakan pola hidup sehat bagi kawasan serta masyarakat setempat. Adanya kegiatan olahraga dapat berperan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewadahi terbentuknya interaksi sosial di kalangan masyarakat. Dengan begitu, kawasan PIK Penggilingan yang semula redup dan tidak diminati orang, perlahan dapat berkembang dan menjadi kawasan wisata olahraga yang hidup.