One of the impacts that occur due to urbanization is population density and the need for housing increases. Urban areas that offer jobs, as well as places to live, bring people to settle. One of the areas experiencing this phenomenon is Kalianyar. Kalianyar is the most populous urban ward in DKI Jakarta. The density that occurs in Kalianyar is exacerbated by the degradation of housing quality. This degradation is caused by the presence of a home convection industry which causes the accumulation of convection waste. To intervene in low-quality settlements in Kalianyar, several strategies of Urban Acupuncture, Contextual, and Placemaking approaches are used. Based on the analysis of the area, the strategy taken is to improve regional circulation, create pedestrian paths, and provide space that can accommodate communal commercial activities and the processing of convection fabric waste. In addition, the strategy to support regional activities is by placing several parking points and providing shuttle transportation in the form of motorbike tours. All of these strategies are placed in several locations in the area because Kalianyar is a dense ward. This proposed strategy aims to improve Kalianyar by overcoming existing degradation and making an area that has more value. Keywords: Commercial Space; Communal Space; Convection Waste; Recycle Space; Urban Acupunture Abstrak Salah satu dampak yang terjadi akibat urbanisasi adalah kepadatan penduduk dan kebutuhan akan tempat tinggal meningkat. Kawasan perkotaan yang menawarkan lapangan pekerjaan sekaligus tempat tinggal mendatangkan masyarakat untuk menetap. Salah satu kawasan yang mengalami fenomena tersebut adalah Kelurahan Kalianyar. Kalianyar merupakan kelurahan terpadat di DKI Jakarta. Kepadatan yang terjadi di Kalianyar diperkeruh dengan adanya degradasi berupa penurunan kualitas perumahan. Degradasi ini diakibatkan oleh adanya industri konveksi rumahan yang menyebabkan penumpukan limbah konveksi. Untuk mengintervensi permukiman berkualitas rendah di Kalianyar, digunakan beberapa strategi pendekatan yaitu Akupunktur Perkotaan, Kontekstual, dan Placemaking. Berdasarkan analisis kawasan, strategi yang dilakukan adalah memperlancar sirkulasi kawasan, membuat jalur pedestrian, pengadaan ruang yang dapat mewadahi kegiatan komunal, komersial, dan proses pengolahan limbah kain konveksi. Selain itu, strategi untuk mendukung aktivitas kawasan adalah dengan menempatkan beberapa titik parkir dan menyediakan transportasi antarjemput berupa motor wisata. Seluruh strategi ini ditempatkan di beberapa lokasi di kawasan dikarenakan Kalianyar adalah kelurahan yang padat. Strategi yang diusulkan ini bertujuan untuk membenahi Kelurahan Kalianyar dengan mengatasi degradasi yang ada dan menjadikan kawasan yang memiliki nilai lebih.