Nurul Annisa Zulmi
Universitas Negeri Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Digitalisasi pengembangan kompetensi kepribadian guru Nurul Annisa Zulmi; Daeng Ayub Natuna
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To adapt to their students' demands, instructors must always be up-to-date, master technology and information advancements, and be proficient with technology. In addition to technological gadgets and other teaching aspects that contribute to achieving educational objectives, the teacher's personality is a crucial factor in the success of education. Because interpersonal contact may foster connection and warmth between instructors and students, technological advances do not inherently render this interaction obsolete or even obsolete. Whether or whether the communication is effective is generally decided by both parties; yet, because teacher learning is paramount, effective communication mostly depends on the instructor's personality. When utilizing technology, instructors must use network apps for communication. Network apps maintained by educators should be stocked with student-friendly and valuable content. For example, they create online character-building groups with students based on widely accepted norms. Untuk menyesuaikan dengan tuntutan siswanya, pengajar harus selalu up-to-date, menguasai kemajuan teknologi dan informasi, serta mahir dalam teknologi. Selain gadget teknologi dan aspek pengajaran lainnya yang berkontribusi dalam pencapaian tujuan pendidikan, kepribadian guru merupakan faktor penting dalam keberhasilan pendidikan. Karena kontak interpersonal dapat menumbuhkan hubungan dan kehangatan antara instruktur dan siswa, kemajuan teknologi tidak secara inheren membuat interaksi ini menjadi usang atau bahkan usang. Apakah komunikasi itu efektif atau tidak, umumnya diputuskan oleh kedua belah pihak; namun, karena pembelajaran guru adalah yang terpenting, komunikasi yang efektif sebagian besar tergantung pada kepribadian instruktur. Saat memanfaatkan teknologi, instruktur harus menggunakan aplikasi jaringan untuk komunikasi. Aplikasi jaringan yang dikelola oleh pendidik harus diisi dengan konten yang ramah siswa dan berharga. Misalnya, mereka membuat kelompok pembentukan karakter online dengan siswa berdasarkan norma yang diterima secara luas.