Nila Sari Lbs
Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kerukunan Antar Umat Beragama di Kampung Madras Kecamatan Medan Polonia Nila Sari Lbs; Irwansyah Irwansyah; Aulia Kamal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.007 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara majemuk yang memiliki keberanekaragaman bangsa, budaya, suku, ras dan agama. Pada satu sisi keberanekaragaman ini adalah kekayaan khazanah bangsa Indonesia. Namun, tidak jarang, keragaman identitas tersebut justru melahirkan konflik dengan mempolitisasi identitas dalam suatu komunitas sehingga hubungan antar identitas agama dan etnik menjadi tidak harmonis. Terkait dengan itu, penelitian ini ingin memotret kehidupan sosial sebuah kampung yang eksis di tengah-tengah Kota Medan bernama Kampung Madras. Di mana identitas warga-warganya sangat beragam baik secara etnis dan agama justru membentuk suatu hubungan harmonis. Penelitian ini ingin menjawab dua hal yang pertama bagaiamana bentuk-bentuk hubungan harmonis antar warga multi etnis dan multi agama di Kampung Madras di Kota Medan yang kedua apa saja faktor-faktor yang mendorong hubungan mereka tetap harmonis dalam waktu yang lama. Melalui studi lapangan penelitian ini pengumpulan data menggunakan metode teknik wawancara, observasi partisipan pasif dan dokumentasi. Data lalu diolah dan dianalisa menggunakan deskriptif lalu menunjukkan hasil bahwa: Pertama, hubungan harmonis antar warga dan multi etnis di Kampung Madras muncul dalam empat bentuk yaitu: (1) Bekerjasama, (2) musyawarah, (3) toleransi pembangunan rumah ibadah dan (4) rasa saling peduli terhadap sesama dan lingkungan. Kedua, terdapat tiga faktor yang mendorong tumbuhnya hubungan harmonis dalam waktu yang lama di antara warga yaitu (1) faktor kesadaran individu, (2) faktor perkawinan, dan (3) faktor kekerabatan.