Allah SWT memberikan tamtsil atau perumpamaan manusia yang mendustakan ayat-ayat al-Qur’an dengan hewan yang sangat hina yaitu anjing. Anjing merupakan hewan yang memiliki kebiasaan menjulurkan lidahnya, sebab memiliki sifat yang buruk, baik dari sifat lahir maupun batinnya. Hikmah yang terdapat pada tamtsil manusia anjing ini merupakan perumpamaan bagi pendusta ayat-ayat Allah yaitu memberikan pembelajaran kepada manusia tentang pentingnya bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan dan cara menggunakan nikmat Allah itu agar tidak kufur, sebab betapa buruk dan hinanya orang yang mengingkari nikmat Allah, sampai ia dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang sesat. Dari empat kisah yang berbeda dari artikel ini dan dikaitkan pada Al-Qur’an Surat Al- A’raf ayat 175-176 pada prinsipnya merupakan perumpamaan bagi setiap orang yang telah mengetahui kebenaran kemudian ia menolaknya. Ia memiliki ilmu tetapi digunakan untuk meraih tujuan-tujuan pribadi dan berusaha mendapatkan kebanggaan dan nama baik di hadapan manusia. Seseorang yang menghambakan dirinya pada hawa nafsunya, maka sebenarnya ia telah memilih jalan yang sesat dalam kehidupannya. Dalam Al-Qur’an sangat jelas perumpamaannya, terlebih bagi orang yang berilmu atau memahami agama (syari’ah) dengan baik namun ia menyelewengkannya, orang yang memiliki sifat seperti ini diserupakan seperti anjing.Keyword: Perumpamaan, Manusia Anjing, dan Syahwat.