Ahmad Zainuddin
Institut Keislaman Abdullah Faqih

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Islam Dalam Era Post-Modern; Melacak Periodesasi Pemikiran dalam Studi Keislaman Ahmad Zainuddin
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2016)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.075 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v12i1.33

Abstract

Sejarah mencatat bahwa loncatan-loncatan kreasi dan inovasi intelektual dalam Islam terjadi justru ketika terjadi kontak dan pergulatan dengan Barat. Hal ini terjadi begitu menyolok ketika Islam berjumpa dengan warisan intelektual Yunani. Karya-karya intelektual Islam terbaik dan amat monumental terbentuk pada abad-abad pertengahan di mana pergulatan berlangsung begitu intens antara filsafat Yunani dan pemikir-pemikir muslim Arab. Kontak kedua yang juga amat menentukan dalam perkembangan Islam terjadi pada awal abad ke-20, gerakan pembaharuan dan modernisasi dalam Islam merebak setelah Islam berjumpa dengan Barat modern. Hampir semua tokoh modernis dalam Islam adalah mereka yang memiliki apresiasi kritis terhadap intelektualisme Barat. Pada fase ini kontak dengan Barat memberikan pencerahan dalam pemikiran politik dan apresiasi teknologi. Pada penghujung abad 20, setelah Perang Dunia I dan II kelihatannya pola hubungan Islam-Barat melahirkan nuansa-nuansa baru. Pada fase ketiga inilah postmodernisme masuk sebagai salah satu agenda, meskipun bagi mayoritas pemikir muslim, ia tetap merupakan bagian tak terpisahkan dari paradigma westernisme-modernisme.
DIMENSI SOSIAL TAWHID; KONSTRUKSI JARINGAN RELASIONAL ISLAM PERSPEKTIF HASSAN HANAFI Ahmad Zainuddin
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 13 No. 01 (2017)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.1 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v13i01.121

Abstract

teologi yang diyakini secara dogmatik tak mampu menjadi “pandangan yang benar-benar hidup” yang memberi motivasi tindakan dalam kehidupan kongkret manusia. Hal ini dikarenakan penyusunan doktrin teologi tidak didasarkan atas kesadaran murni dan nilai-nilai perbuatan manusia, sehingga muncul keterpecahan (split) antara keimanan teoritis dan keimanan praktis dalam umat Islam. Hasan Hanafi menawarkan pertama, transformasi teologi dari teosentris menjadi antroposentris. Kedua, untuk membangun teologi antroposentris digunakan metode dialektika, hermeneutik, fenomenologi dan eklektik. Ketiga, kritis dan rasional dalam membangun nalar teologi lebih aktual dengan tidak meninggalkan akar tradisi Islam. Dengan mengintegrasikan jaringan relasional peran strategis agama dalam perubahan sosial. Tawh}i>d menjadi titik pijak untuk menjadikan islam sebagai spirit perubahan sosial ditengah-tengah kondisi keterpurukan masyarakat, Agama tidak semata-mata sebagai praktek peribadatan yang cenderung hanya sebagai tanggungjawab individu muslim dengan Tuhan, tetapi agama juga menjadi ideologi sosial. Keyword. Tawh}i>d, Hassan Hanafi, Perubahan Sosial
TASAWUF KONTEKSTUAL DAN GERAKAN DAKWAH BERBASIS HOLISTIK TERAPI OPERASI BEDAH H. NURUL KAWAKIB Ahmad Zainuddin
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 14 No. 01 (2018)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.556 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v14i01.198

Abstract

Trasnformasi spiritualias dalam kegiatan medis telah banyak dilakukan oleh berbagai ahli medis, selain sebagai sebuah kolaborasi keseimbangan antara kesehatan jasmani dan ruhani dalam proses penyembuhan suatu penyakit, juga menjadi media dakwah bagi seorang dokter terhadap pasiennya. Pendekatan holistic sebagai bentuk-bentuk transformasi nilai-nilai spiritualias dalam dunia medis adalah bentuk-bentuk kontekstualisasi pendekatan tasawuf dalam berdakwah yang dintegrasikan dengan dunia medis. Riset ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran lebih mendalam terhadap praktek medis berbasis holistic terapi pada operasi bedah yang dilakukan oleh H. Nurul Kawakib, dr, Sp.B, berikut gerakan dakwah yang dilakukan. Dalam prakteknya, pasien diajak untuk berdialog secara substansi tentang fitrah kemanusiaan dan keimanan, penggunaan ayat-ayat suci Al-Qur’an tertentu dan anjuran untuk bersedekah serta memperkuat silaturrakhim antar sesama makhluk merupakan bentuk pendekatan holistic dan kontekstualisasi tasawuf yang dilakukan Nurul Kawakib. Faktanya, banyak pasien termotivasi secara spiritual setelah mengikuti serangkaian proses penyebuhan, sehingga sebagai sebuah gerakan dakwah, Nurul kawakib mampu membuktikan bahwa nilai-nilai agama mampu menjadi pendekatan terbaik dalam proses penyembuhan seorang pasien.Keyword: Tasawuf Kontekstual, dan Holistik Terapi Operasi Bedah Nurul Kawakib, dan Gerakan Dakwah