Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MAKNA AL SIYADAH DAN AL TABIIYAH (STUDI TAFSIR MUQARAN) Lailatul Mas’udah
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 16 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.58 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v16i2.352

Abstract

Humans are created in groups according to their respective communities and interact through various media and languages, and humans cannot live alone because of that humans are called social beings. In carrying out activities as social beings, humans have rules and norms that apply to live a life together that have been agreed upon in order to create harmony and balance between people. As a first step towards harmonizing and shaping norms and rules in social society, they make an agreement to choose one of them as the controlling holder who is called the leader. Holder of control which is then called sovereignty. Not all sovereignty is in the hands of leaders, but some countries make the people in control of the sovereignty of the social society. The understanding of sovereignty and populism has been discussed in the Koran with various meanings, functions and kinds. In this understanding, he tries to explore the meaning of sovereignty framed in a pair of synonymous lafad, namely lafad al Siyadah and al Tabiiyah. The research method used in this research is qualitative with the Ulumul quran approach and interpretation with the Maudhui concept or library research theme. Through this method and approach, it is hoped that it will be able to reveal the meaning of al Siyadah and al Tabiiyah lafad and the relationship between the two lafad from various aspects that have been listed in the verses of al-Qura.Keyword: al Quran, al Sayyid, al Tabi ', sovereignty
STILISTIKA AL QURAN: GAYA BAHASA UNGKAPAN NASIHAT DALAM SURAT LUQMAN AYAT 12-19 Lailatul Mas’udah
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 1 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v1i2.472

Abstract

Abstrak: Pendidkan merupakan komponen terpenting dalam  kehidupan manusia, pendiidkan merupakan pembeda dan pemisah antara makhluk ciptaan Allah yang ada di bumi antara manusia dan binatang. Kewajiban melakukan pendiidkan dan mencari ilmu sebagai dasarnya telah diwajibkan oleh Rasulullah, bahkan Rasulullah menenkankan kewajiban untuk melakukan pendidikan bagi seorang manusia adalah mulai lahir ke dunia dalam buaian ibu sampai manusia mati terkubur di liang lahat. Begitu pentingnya sebuah pendiidkan bagi kehidupan manusia, pembahasan yang berkaitan dengan pendidikan seperti tidak pernah menemukan titik akhir, selalu berkembang dan dinamis. Pembahsan yang berkaitan dengan pendidikan akan selalu menarik dikulik dari berbagai segi, mulai dari metode, unsur-unsur, karakter dan  lain sebagainya. Dalam penelitian ini, mencoba membongkar sebuah makna pendidikan dalam al Quran melalui anlaisa bahasa yang terkandung dalam lafad-lafad yang terdapat dalam surat luqman. Berbagai aspek yang terkandung dalam surat Luqman, di antaranya adalah kisah Luqman dan wasiat-wasiat kepada anaknya. Melalui  analisa bahasa dari kajian stilistikamencoba memahami makna pendidikan dalam surat Luqman yang menteladani pesan-pesan yang disampaikan Luqman kepada anaknya sebagai model pendidikan orang tua terhadap anaknya. Metodode penilitian yang digunakan dalam penelitan ini adalah  qualitatif dengan pendekatan  Ulumul quran  dan tafsir dengan konsep  Maudhui  atau temamtik yang   bersifat Library research.  Melalui metode dan pendekatan ini, diharpakan menghasilkan sebuah konsep pendidikan keluarga yang dilandasi dari kandungan al Quran melalui kisah Luqman dengan pesan-pesannya dan mampuh memberikan sumbangsih inovasi penyampaian pendidikan orang tua terhadap putra putrinya dengan baik, meyenangkan dan sarat hikmah.