This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sejarah Islam
Nur Alifah
Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TREN FOTO DI ERA MILENIAL DI BANGUNAN PENINGGALAN SEJARAH INDONESIA Nur Alifah
JSI: Jurnal Sejarah Islam Vol. 1 No. 01 (2022): Jurnal Sejarah Islam
Publisher : Progam Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.002 KB) | DOI: 10.24090/jsij.v1i1.6226

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tren foto di era milenial di bangunan peninggalan sejarah Indonesia. Hadirnya sosial media juga dapat berperan dalam munculnya tren foto di bangunan peninggalan sejarah. Foto yang diambil di bangunan peninggalan sejarah dan kemudian tersebar di sosial media dapat menarik minat masyarakat untuk mengunjungi bangunan peninggalan sejarah dan juga mengikuti tren foto yang sedang marak digandrungi. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi, serta mengumpulkan data dari observasi, dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tren foto di bangunan peninggalan sejarah di era milenial dipengaruhi oleh selera foto generasi milenial yang menyukai tema-tema vintage, yaitu tema fotografi yang membuat kesan foto menjadi terlihat seperti foto jaman dulu. Keaslian bangunan peninggalan sejarah membuat foto tema vintage terlihat lebih real dan mengesankan. Selain itu, suasana bangunan sejarah yang berbeda dari tempat lain juga mempengaruhi rasa atau feel dari foto yang diambil. Tren foto di bangunan peninggalan sejarah juga mampu menjadi solusi bagi generasi milenial yang ingin memperoleh foto keren dan juga pengetahuan tentang peninggalan sejarah Indonesia. Dengan adanya tren foto ini diharapkan bisa meningkatkan eksistensi bangunan peninggalan sejarah, serta menjadikan generasi milenial sebagai motor penggerak pelestarian bangunan peninggalan sejarah di Indonesia.