Musriaparto Musriaparto
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah Fansuri Subulussalam Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HADITS TENTANG PENDIDIKAN SEKS DAN PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL Musriaparto Musriaparto
SINTESA: Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol 3, No 2 (2022): Januari-Juni
Publisher : Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (KOPERTAIS) Wilayah V Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.25 KB) | DOI: 10.22373/sintesa.v3i2.401

Abstract

The development of technology and information is absorbed by various groups and ages. Early childhood and adolescents have been able to apply gadgets whose impact is not only positive things but also leads to negative things such as pornography. This resulted in many cases such as sexual harassment and underage sexual practices among students. Sex education is also the responsibility of the learning environment. Sex education generally includes an introduction to sexual expression, sexual management and controls that must be had to stem the negatives themselves. This is basically contained in the hadiths in islamic treasures. In general, hadith conveys the importance of sexual education lines. However, very few educational institutions introduce or teach sex education because of taboos and the assumption of impropriety in talking about sexual problems in the school room. This research was conducted based on literature studies and documents that help researchers to see the content of hadith about the importance of sexual education in the learning environment.AbstrakPerkembangan teknologi dan informasi diserap oleh berbagai golongan dan umur. Anak usia dini dan remaja telah mampu mengaplikasikan gawai yang dampaknya bukan hanya hal-hal positif namun juga mengarah pada hal-hal negatif seperti pornografi. Hal ini mengakibatkan banyaknya kasus-kasus seperti pelecehan seksual dan praktik seksual di bawah umur pada kalangan siswa/i. Pendidikan seks juga adalah tanggung jawab dari lingkungan belajar. Pendidikan seks umumnya mencakup pengenalan pada ekspresi seksual, pengelolaan seksual dan kontrol yang harus dimiliki untuk membendung diri hal-hal negatif. Hal tersebut pada dasarnya terdapat dalam hadis-hadis dalam khazanah Islam. Secara umum, hadits menyampaikan akan pentingnya lini-lini pendidikan seksual. Namun, sangat sedikit institusi pendidikan mengenalkan atau mengajarkan pendidikan seks karena perihal tabu dan anggapan akan ketidakpantasan membicarakan masalah seksual dalam ruang sekolah. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada studi kepustakaan dan dokumen-dokumen yang membantu peneliti untuk melihat kandungan hadits perihal pentingnya melakukan pendidikan seksual di dalam lingkungan belajar
PERAN PSIKOLOGI AGAMA DALAM PENGUATAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Musriaparto Musriaparto
SINTESA: Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol 3, No 2 (2022): Januari-Juni
Publisher : Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (KOPERTAIS) Wilayah V Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.701 KB) | DOI: 10.22373/sintesa.v3i2.402

Abstract

In an effort to create people who know, live, believe, and practice religious teachings completely, so important to know that Islamic Religious Education cannot be separated from the touch of psychological aspects, especially the Psychology of Religion. Through the Psychology of Religion, it is hoped that the material for Islamic Religious Education has a psychological-critical element to better understand the religious phenomena related to the substance of Islamic Religious Education. Through the comparative approach, this study found that the Psychology of Religion played a role in strengthening the values of Islamic Religious Education. Some of these roles are understanding the stages of the religious soul of a student in order to adjust the presentation of the material, anticipating the occurrence of apostasy through the study of the psychology of religious conversion, understanding the meaning of mental health and mental disorders from an Islamic perspective, and strengthening religious tolerance.AbstrakSebagai sebuah upaya dalam menciptakan insan yang mengenal, menghayati, mengimani, mengamalkan ajaran agama secara kaffah, maka pendidikan Agama Islam tidak lepas dari sentuhan aspek-aspek psikologis, khususnya Psikologi Agama. Melalui Psikologi Agama diharapkan materi Pendidikan Agama Islam memiliki unsur psikologi-kritis untuk semakin memahami fenomena keberagamaan yang terkait substansi Pendidikan Agama Islam. Dengan menggunakan studi komparasi, penelitian ini kemudian menemukan bahwa Psikologi Agama berperan dalam penguatan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam. Beberapa diantara peran tersebut yaitu Memahami tahapan jiwa agama seorang peserta didik dalam rangka menyesuaikan sajian materi, mengantisipasi terjadinya pemurtadan melalui kajian psikologi konversi agama, memahami makna kesehatan jiwa dan gangguan kejiwaan perspektif agama Islam dan penguatan toleransi beragama.