Studi ini mengkaji tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap biaya dan manfaat biofuel di sektor transportasi sebagai alternatif berkelanjutan untuk bahan bakar fosil. Studi ini menggunakan metode kuantitatif melalui survei yang dilakukan terhadap responden dari beberapa generasi: Gen Z, Gen Y, dan Gen X, yang memiliki kendaraan bermotor dan memiliki SIM. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, menggunakan tabel dan grafik untuk menilai pengetahuan tentang produksi biofuel dan implikasi ekonomi dan lingkungannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden dari ketiga generasi memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi tentang biofuel dan manfaat lingkungannya. Hal ini didukung oleh indeks persepsi masyarakat terkait manfaat lingkungan biofuel, kontribusinya dalam meminimalkan emisi, dan meningkatkan ketahanan energi, dengan indeks persepsi masing-masing sebesar 81%, 87%, dan 78%. Namun, penggunaan biofuel masih rendah karena dianggap biayanya tinggi dibandingkan dengan bahan bakar fosil, dengan indeks persepsi harga sebesar 61%. Rekomendasi untuk meningkatkan penggunaan biofuel di Indonesia meliputi peraturan dan kebijakan pemerintah yang mendukung, subsidi harga, pembangunan infrastruktur, dan pemantauan kualitas bahan bakar. Dukungan pemerintah sangat penting untuk membuat biofuel lebih terjangkau, mempopulerkannya sebagai bahan bakar alternatif, dan memberikan dampak positif terhadap lingkungan.