M. Faozi Kurniawan
Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FKKMK UGM

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HAMBATAN PEMANFAATAN DASHBOARD JKN SEBAGAI SUMBER INFORMASI DALAM PENGAMBILAN KEBIJAKAN OLEH DINAS KESEHATAN (Studi di Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung) Nanda Fitri Wardani; Lutfan Lazuardi; M. Faozi Kurniawan
Journal of Health Service Management Vol 25 No 03 (2022)
Publisher : Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281 Telp 0274-547490

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.449 KB) | DOI: 10.22146/jmpk.v25i03.5124

Abstract

Latar Belakang: Dashboard JKN merupakan sebuah aplikasi yang dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan berupa visualisasi data yang berasal dari data klaim BPJS Kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi implementasi pemanfaatan Dashboard JKN sebagai sumber informasi dalam penentuan kebijakan kesehatan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pengambilan sampel purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam semi terstruktur dan observasi di Dinkes Provinsi Lampung dan Dinkes Kota Bandar Lampung. Hasil: Wawancara dilakukan kepada 21 informan yang merupakan kepala bidang, kepala seksi, dan pengguna Dashboard JKN. Dinkes Provinsi Lampung sudah memanfaatkan Dashboard JKN, sedangkan Dinkes Kota Bandar Lampung belum memanfaatkannya. Dashboard JKN dimanfaatkan sebagai data dukung Monev dan monitoring klaim Covid-19. PIC Dashboard JKN belum mendapatkan pelatihan mengenai penggunaan Dashboard JKN. Informan lain nya belum mendapatkan sosialisasi terkait Dashboard JKN. Kesimpulan: Pemanfaatan Dashboard JKN oleh Dinkes belum berjalan optimal. Faktor yang menyebabkannya adalah tidak adanya pelatihan penggunaan Dashboard JKN, tidak adanya sosialisasi di internal Dinkes kepada bidang dan seksi lain, serta fitur Dashboard JKN belum sesuai dengan kebutuhan Dinkes dalam menjalankan tugas dan fungsinya.