Alzeressy Putri Irnadya Sinaga
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Korelasi Disparitas Ketersediaan Tenaga Medis Gigi Antardaerah Terhadap Pemanfaatan Layanan Gigi dan Mulut di Indonesia Alzeressy Putri Irnadya Sinaga
Journal of Health Service Management Vol 25 No 03 (2022)
Publisher : Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281 Telp 0274-547490

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.687 KB) | DOI: 10.22146/jmpk.v25i03.5879

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi masalah gigi mulut yang tinggi di Indonesia tidak diikuti dengan pemanfaatan layanan gigi mulut yang adekuat. Salah satu penyebab utamanya yaitu kurangnya tenaga medis gigi dan adanya disparitas terhadap distribusi tenaga medis gigi, yang juga menyebabkan ketidaksetaraan geografis dan sosial ekonomi dalam pemanfaatan layanan gigi mulut di Indonesia. Tujuan: Mengukur hubungan pemanfaatan layanan kesehatan gigi mulut dengan ketersediaan tenaga medis gigi serta mengkaji faktor-faktor lainnya yang berhubungan dengan ketidaksetaraan geografis dalam pemanfaatan layanan gigi mulut di Indonesia. Metode: Penelitian cross-sectional menggunakan Data Sampel BPJS Kesehatan 2017-2018 dan data rutin Kementerian Kesehatan tahun 2017. Dataset terdiri dari diagnosis primer dan klaim pelayanan kesehatan gigi rujukan tingkat Rumah Sakit yang mencakup 2.580 peserta BPJS Kesehatan. Faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi mulut berdasarkan jumlah diagnosis dan besaran klaim dianalisis menggunakan model regresi linear multivariat. Hasil: Terdapat disparitas yang signifikan dalam pemanfaatan layanan gigi mulut antardaerah di Indonesia. Ketersediaan dokter gigi (umum dan spesialis) memiliki korelasi positif dengan jumlah diagnosis dan klaim. Ketersediaan dokter gigi memiliki korelasi positif dengan jumlah diagnosis (0.30, 95% CI: 0.28-0.32) dan besaran penggantian biaya klaim (Rp 565.909, 95% CI: 89.425-1.042.385). Ketersediaan dokter gigi spesialis menunjukkan korelasi tertinggi terhadap jumlah diagnosis (0.54, 95% CI: 0.53-0.55) dan besaran penggantian biaya klaim (Rp 1.194.741, 95% CI: 662.468-1.727.014). Kesimpulan: Disparitas ketersediaan tenaga medis gigi dapat berkontribusi terhadap ketidaksetaraan pemanfaatan layanan gigi dan besaran penggantian biaya klaim yang dibayarkan oleh BPJS Kesehatan untuk pelayanan kesehatan gigi mulut antardaerah di Indonesia. Kata Kunci: Tenaga Medis Gigi; Ketidaksetaraan Geografis; Indonesia; Jaminan Kesehatan Nasional; Pemanfaatan Layanan Gigi Mulut