Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Pelarangan Dana Desa Terhadap Pembangunan Rumah Ibadah (Studi Kasus di Kecamatan Mila) Zul Azimi
Jurnal Tahqiqa : Jurnal Ilmiah Pemikiran Hukum Islam Vol. 15 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.349 KB)

Abstract

Rumusan masalah pertama bagaimana dampak pelarangan dana desa untuk pembuatan rumah ibadah dalam pelaksanaan syariat Islam?. Kedua bagaimana urgensi meunasah dalam mengiatkan syiar Islam?. Ketiga bagaimana solusi dari tokoh agama dalam membangun rumah ibadah?. Tujuan Penelitian ingin mengetahui dampak pelarangan dana desa untuk pembuatan rumah ibadah, ingin mengetahui urgensi meunasah dalam mengiatkan syiar Islam. Ingin ingin mengetahui solusi dari tokoh agama dalam membangun rumah ibadah. Dalam jurnal menggunakan penelitian kualitatif. Ada tiga kesimpulan dalam jurnal ini yaitu dampak pelarangan penggunaan dana desa untuk pembangunan rumah ibadah (meunasah) maka meunasah menjadi terbengkalai, ada beberapa desa di Mila kondisi meunasahnya sudah mulai lapuk batu batanya. Masyarakat melaksanakan ibadah wajib pada tempat yang tidak layak. Sejarah telah membuktikan bahwa urgensi Meunasah dalam mengiatkan syiar Islam sangat berperan sekali, hampir semua kegiatan keagamaan dan umum, masyarakat telah menjadikan meunasah sebagai tempat pelaksanaanya. Mengingat meunasah sebagai tempat sentral masyarakat dalam berkumpul dan bermusyawarah, beribadah maka solusi tokoh agama dalam membangun rumah ibadah dengan cara kearifan local. Adapun cara tersebut adalah gotong royong (swakelola), meminta sumbangan kepada masyarakat, meminta pade sinaleh dan breuh sireugam.
Patah Titie dalam Kewarisan Zul Azimi; Desra Fanzudiah
Jurnal Tahqiqa : Jurnal Ilmiah Pemikiran Hukum Islam Vol. 15 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.752 KB)

Abstract

The problem in this study is how the practice of inheritance "patah titie" in Tangse District Pidie, how it impacts, and how the review of Islamic law on the practice. The method used in this study is qualitative method that uses observation, interview and documentation as data collection techniques. The results showed that the practice of "patah titie" that developed in tangse society often caused prejudice and inequality among the community. The impact that often arises as a result of the practice of "patah titie" is strife, strain until the breakup of family relationships. While the review of Islamic law shows that the practice of "patah titie" that applies among tangse people is basically not forbidden in Islam, because in Islamic law "patah titie", known as hijab andmahjub, it's just that people do not understand about it so as to cause problems. The author concludes that the practice of "patah titie" is in no way in violation of the rules of Islamic inheritance, because the problems and gaps that occur among the community is the result of the negligence of the community itself in understanding and studying the actual inheritance law recommended in Islam. The author's advice should give a small part of the inheritance to the heirs of the "patah titie" to protect and protect the family from disputes and disputes.