This Author published in this journals
All Journal Stilistika
Anak Agung Gde Alit Geria
Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah IKIP PGRI Bali

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

"JAYA-WIJAYA" DALAM SASTRA KAKAWIN Anak Agung Gde Alit Geria
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 8 No. 1 (2019): Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.596 KB)

Abstract

Sastra kakawin merupakan karya sastra adiluhung, tersurat dengan istilah-istilah mutiara, sebagai bentuk pilihan kata para rakawi dalam mengkemas cipta sastra yang estetik dan menarik (anglung langö). Jawa Kuna sebagai bahasa dasar sastra kakawin merupakan salah satu bahasa dokumenter tertua yang memiliki materi terkaya dan nilai-nilai budaya bangsa yang indah dan luhur. Proses kreatif seorang kawi dalam mencipta sastra kakawin adalah sebuah pelaksanaan yoga dengan menjadikan kakawin sebagai yantra-nya, sehingga sastra kakawin disebutnya sebagai candi-sastra, candi-aksara atau candi-bahasa. Lontar Tutur Arda Smara, menyebut kakawin sebagai hal penting dalam hidup ini, bahkan mesti dipelajarinya sebagai bekal hidup di dunia. Jaya-wijaya 'kemenangan gemilang' merupakan salah satu bentuk kata mutiara yang digemari rakawi sastra kakawin. Istilah mutiara ini tentu tidak hanya berlaku pada kemampuan mengalahkan musuh, justru yang terpenting adalah kemampuan pengendalian diri terhadap musuh terdekat yang berada dalam diri sendiri, atau kemampuan terhadap pemahaman ilmu tertentu yang berguna sebagai sesuluh diri sendiri maupun orang lain dalam kehidupan ini. Literature kakawin is a valuable literary work, written in terms of pearls, as a form of choice of the word rakawi in packaging aesthetic and interesting literary creations (anglung langö). Old Javanese as the basic language of kakawin literature is one of the oldest documentary languages ​​that has the richest material and beautiful and noble cultural values ​​of the nation. The creative process of a kawi in creating kakawin literature is an implementation of yoga by making kakawin as its yantra, so that he refers to kakawin literature as temple-literature, temple-script or temple-language. Lontar Tutur Arda Smara, said kakawin as an important thing in this life, he even had to learn it as a provision to live in the world. Jaya-wijaya 'glorious victory' is one form of pearls of wisdom favored by kakawin literary literature. The term pearl is certainly not only applicable to the ability to defeat the enemy, but the most important thing is the ability to control oneself against the closest enemy that is within oneself, or the ability to understand certain knowledge that is useful as ten oneself or others in this life.