Latar belakang: Penegakan diagnosis demam dengue dapat dilakukan dengan tes serologi IgG,IgM dan NS1. Pemeriksaan darah yang biasanya dilakukan untuk menapis pasien tersangka infeksi dengue salah satunya adalah melalui pemeriksaan jumlah trombosit. Adanya nilai yang pasti dari hasil tes serologi dan pemeriksaan jumlah trombosit untuk setiap jenis infeksi dengue diharapkan dapat membantu petugas medis agar lebih mudah mengelompokkan dan mengelola pasien berdasarkan jenis infeksi dan drajat klinisnya. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan metode cross sectional dan pengambilan data secara retrospektif. Sampel data diambil dari catatan medik pasien infeksi dengue yang dirawat di RS Islam Siti Hajar kota Mataram pada periode september 2020-september 2021. Data yang diambil adalah Nama, usia, jenis kelamin, hasil pemeriksaan serologi IgG, IgM, dan NS1, serta jumlah trombosit. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji hipotesis menggunakan uji korelasi Spearman. Data diolah menggunakan program komputer Microsoft Exceldan SPSS 26 for IOS.Hasil penelitian: Total sampel diperoleh sebanyak 40 orang penderita infeksi dengue. Hasil analisis dengan uji korelasi Spearman didapatkan hubungan yang bermakna antara jumlah trombosit dengan hasil pemeriksaan serologi dengan nilai p=0.001 dan koefisien korelasi r= -0.504 yang menunjukkan kedua variabel berkorelasi tidak searah. Berarti bahwa pada infeksi dengue sekunder terdapat jumlah trombosit yang lebih rendah dari pada infeksi primer.Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara jumlah trombosit dengan pemeriksaan serologi dengan korelasi negatif.