Edi Rohendi, Edi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ajaran Agama dan Pembentukan Kepribadian Rohendi, Edi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 1, No 1: Januari 2009
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v1i1.2713

Abstract

Kepribadian seseorang pada umumnya diupengaruhi oleh dua faktor yakni faktor dari dalam dan faktor dari luar diri atau faktor lingkungan. Salah satu faktor penting tersebut adalah ajaran agama. Ajaran agama mempunyai peranan penting dalam pembentukan kepribadian individu. Ajaran agama adalah ukuran‐ukuran yang menetapkan batas‐batas boleh tidaknya atau baik buruknya cara‐cara untuk meredakan ketegangan itu. Ini berarti ajaran agama membentuk secara aktif ego dan super ego, sehingga ketentuan agama menjadi suara hati atau ego ideal (qolbu, hati nurani). Dengan demikian maka jelas ajaran agama sangat berpengaruh terhadap pola sikap seseorang sebagai reaksi atas rangsangan‐rangsangan baik dari dalam maupun dari luar diri individu.
Pendidikan Karakter Di Sekolah Rohendi, Edi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 1: Januari 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i1.2795

Abstract

AbstrakPendidakan karakter tiba-tiba menjadi wacana hangat di dunia pendidikanIndonesiWa laupun gagasan ihwal karakter adalah gagasan tua setua sejarahpendidikan, namun kemunculan gagasan “pendidikan karakter “(characterbuilding)menginterupsi bangsa kita khususnya yang sedang melanda bangsaIndonesia. Masalah-masalah yang terjadi seperti kekerasan, korupsi, manipulasi,praktek-praktek kebohongan dalam dunia pendidikan mulai dari menyontekdalamujian sampai plagiat,kurang keteladanan dikalangan para pemimpin bangsa, dan sebagainya, sebenarnya menyangkut masalah karakter. Walaupun sudah terlambat dalam menerapkan pendidikan karakter disekolah, “But late than never”, masih banyak generasi kita para peserta didik yang duduk dibangku sekolah dan butuh pendidikan karakter agar dimasa depannya menjadi orang yang tidak hanya cerdas secara intelek tapi juga memiliki karakter. Dunia pendidikan diharapkan menjadi motor penggerak sebagaimana telah dikemukakan oleh Mendinas Muhammad Nuh dalam peringatan Hardiknas tahun2010 yang lalu bahwa “ Pembangunan dan Pendidikan Karakter menjadi keharusan karena pendidikan tidak hanya menjadikan peserta didik cerdas. Pendidikan juga untuk membangun budi pekerti dan sopan santun dalam kehidupan “. Batasan karakter berada dalam dua wilayah. Ia diyakini ada sebagai sifat fitri manusia, sementara pada sisi lain ia diyakini harus “dibentuk”melalui pendidikan , salah satunya melalui pendidikan karakterdisekolah. Pelaksanaan Pendidikan karakter disekolah sebagai alternativedikemukakan dalam makalah ini adalah: melalui Pembidanan dengan formula 4M (mengetaqhui, mencintai, menginginkan dan mengerjakan, juga dengan metode pembiasaan . Selain itu melalui metode : mengajarkan, keteladanan, mmenentukan prioritas dan praksis prioriotas. Kata Kunci : Pendidikian Karakter, pendidikan Akhlak dan pendidikan Moral. 
Penerapan stategi Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Berfikir Kreatif serta Pengaruh Terhadap Motivasi Belajar Siswa MTS Rohendi, Edi
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2019): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pjme.v9i1.2708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpkir kritis dan kemampuan berfikir kreatif serta pengaruh terhadap motivasi belajar siswa Mts. Model yang diterapkan dalam pembelajaran adalah Problem Based Learning. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 orang siswa yang duduk di kelas VIII di Mts Al Mukhlisin Kabupaten Bandung. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kemampuan berfikir kritis matematis dan kemampuan berfikir kreatif siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika dengan model Problem Based Learning lebih baik dari pada siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika dengan model konvensional, gambaran peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis dan kemampuan berfikir kreatif siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika dengan model Problem Based Learning lebih baik dari pada siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika dengan model konvensional, terdapat korelasi antara kemampuan berpikir kritis matematis dengan kemampuan berfikir kreatif, dan ada korelasi antara kemampuan berfikir kritis matematis dan kemampuan berfikir kreatif serta pengaruh terhadap motivasi belajar siswa.