Teori motivasi Maslow mengatakan bahwa motivasi orang yang terendah adalah ekonomi atau pendapatan dan yang paling tinggi adalah aktualisasi diri, kesempatan untuk bisa menunjukkan jati diri. Sebuah filosofi manajemen mengatakan: “Jika anda tidak dapat mengukurnya maka anda tidak akan dapat memanajenya”. Apa maksud dari filosofi diatas, dan apakah kita bisa melakukannya? Suatu pertanyaan yang menantang dan perlu untuk direnungkan. Guna membangun lingkungan kerja yang positif, aktif dan kolaboratif, perusahaan akan melakukan berbagai cara yang salah satunya melalui survai kepuasan karyawan. Umumnya survai kepuasan karyawan dilakukan secara berkala dan yang diukur selalu sama sehingga bisa diketahui progress yang terjadi dari program-program yang telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mengukur kepuasan kerja karyawan di BP TAPERA adalah perusahaan yang beru berdiri kurang dari 4 (empat) tahun dan merupakan perusahaan bentukan ulang dari BAPERTARUM. Dengan variasi karyawan yang terdiri dari karyawan BP TAPERA rekrutan baru, karyawan eks BAPERTARUM dan dari PNS kementrian maka perlu dianalisa bagaimana kondisi kepuasan kerja karyawan. Survai kepuasan karyawan di BP Tapera untuk tahun 2023, menggunakan metode Human Resources Index (HR Index) yang dikemukakan oleh Fredrick E. Schuster dalam buku Human Resources Management; Concepts, Cases and Reading, pada tahun 1985. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Analisa data dilakukan melalui regresi linier sederhana. Instrumen penelitian yang digunakan adalah questioner yang dihitung dalam tabulasi data. Hasil survai kepuasan karyawan lalu dibandingkan dengan present norms, yaitu nilai survey rata-rata kepuasan karyawan di berbagai perusahaan di dunia berdasarkan HR Index survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan karyawan di BP TAPERA secara rata-rata adalah 3,13 (dari maksimal angka 5) yang lebih rendah dari pada nilai standar atau present norms Schuster yaitu 3,38.