Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Antisipasi Kegawatdaruratan Post Partum Melalui Pengenalan Tanda Bahaya Post Partum di RSIM Sumberejo Bojonegoro Ponco Indah Arista Sari; A.R Tyas Avianthi; Yevi Octa Mahardika
Jurnal Pengabdian Ahmad Yani Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTI) Bontang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.179 KB) | DOI: 10.53620/pay.v2i1.69

Abstract

Complications or emergencies during the puerperium are usually rare during pregnancy patients receive quality care, starting from pregnancy until delivery. If the patient frequently face to face with the midwife through antenatal checks then midwives have more opportunities to do screening for various possible complications may appear during inpartu and puerperium. Complications during the puerperium sometimes cannot be known in advance, but can also occur suddenly. From this it is felt that it is very important to introduce mothers to the danger signs of the postpartum period. In RSIM there are mothers giving birth to approximately 20 people every month. but not all mothers have received the information needed during the puerperium. This community service activity is carried out by providing health education to postpartum mothers. To find out the success of the activity, a pretest on the danger signs was carried out then a post test was carried out for the danger signs. From the results of community service, there were 87% of mothers who had good knowledge after being given health education. they understand about the danger signs of the postpartum period and its detection. From this, it can be concluded that the importance of communication, information and education should be given to mothers starting from pregnancy about the danger signs of parturition and early detection.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Dalam Tatanan Rumah Tangga Melalui Pendidikan Kesehatan di Desa Balongcabe Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro sulistiyowati; Yevi Octa Mahardika; Vera Febrianti Sukma
Jurnal Pengabdian Ahmad Yani Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTI) Bontang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.256 KB) | DOI: 10.53620/pay.v2i1.71

Abstract

Abstrak Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku yang harus dilakukan secara sadar oleh sebuah keluarga, sehingga mereka dapat menjaga dirinya sendiri agar tetap sehat serta berperan aktif dalam masyarakat terkait kegiatan Kesehatan. Tujuan dari PHBS di rumah tangga adalah agar anggota rumah tangga mampu dan tahu tentang perilaku hidup bersih dan sehat sehingga menerapkan perilaku tersebut dan dapat berperan aktif di masyarakat terkait gerakan hidup bersih dan sehat (Kementerian Kesehatan RI, 2016). Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi: Perijinan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, persiapan materi pendidikan kesehatan, Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab serta pembagian leaflet Hasil pengabdian masyarakat ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan baik Dari total 22 keluarga yang diberikan pendidikan kesehatan dari hasil pretest pengetahuannya kurang sebanyak 55% dan setelah diberikan pendidikan kesehatan pengetahuannya menjadi baik yaitu sebanyak 85% yang sebelumnya hanya 35%. Diharapkan melalui pendidikan kesehatan ini terwujudnya masyarakat Indonesia yang sadar akan pentingnya menerapkan perilaku bersih dan serta dapat mengajak anggota keluarga lainnya untuk menerapkanPHBS Kata kunci: PHBS, Pendidikan Kesehatan, Keluarga