Winda Winda
Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Mineral, UPN “Veteran” Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Dampak Sifat Fisik-Kimia Debu terhadap Keselamatan dan Kesehatan Pekerja pada Proses Pengangkutan Penambangan Nikel PT. Jaya Bersama Sahabat, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara Sitti Mei Ananda Natali; Dyah Probowati; Winda Winda; Sudaryanto Sudaryanto
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 7, No 1 (2021): Juli
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v7i1.9103

Abstract

PT Jaya Bersama Sahabat, merupakan sebuah perusahaan penambangan nikel yang berlokasi di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan penambangan meliputi pembongkaran, pemuatan, dan pengangkutan yang menimbulkan potensi kecelakaan. Dalam melaksanakan kegiatan penambangan, sering terjadi kecelakaan. Salah satu penyebab kecelakaan yaitu faktor lingkungan yang salah satunya adalah debu tambang. Debu tambang sering kali menyebabkan kecelakaan terutama di jalan hauling yang juga dipengaruhi oleh tindakan tidak aman maupun kondisi tidak aman. Dari kondisi kerja yang tidak aman dan tindakan kerja yang tidak aman tersebut diperlukannya adanya penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja yang baik untuk mendorong minimalisir resiko kecelakaan pada proses pemuatan di jalan hauling pertambangan nikel. Tujuan penelitian ini dilakukan antara lain menghitung SR dan FR dari kecelakaan akibat debu tambang, menganalisis dampak debu tambang di jalan hauling terhadap keselamatan dan kesehatan, serta menganalisis upaya pengendalian bahaya di jalan hauling. Potensi kecelakaan terjadi pada jalan menuju area tambang. Jalan menuju area tambang merupakan daerah kerja yang paling rawan antara lain karena kondisi ruas jalan yang bergelombang, kondisi yang licin pada saat hujan, dan tindakan dari pengemudi yang tidak aman. Penyebab kecelakaan paling tinggi adalah akibat debu tambang yang sejak tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 terjadi 6 kasus akibat debu tambang.
Kajian Teknis Geometri Peledakan Pada Penambangan Di Kuari Batugamping PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk Pabrik Tuban Jawa Timur Irfan Ihsan Izzuddin; Bagus Wiyono; Winda Winda
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 7, No 1 (2021): Maret
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan peledakan pada blok CC DD 8, JJ 16, dan II 17 menggunakan geometri aktual menghasilkan boulder >15%. Blok CC DD 8 memiliki boulder sebanyak 15,65%, Blok JJ 16 sebanyak 25,11%, dan Blok II 17 sebanyak 21,82%. Hasil pengukuran getaran tanah menunjukan bahwa kegiatan peledakan saat ini dengan jarak peledakan sejauh 700 m masih termasuk kedalam kategori aman dengan tingkat getaran 1,39 mm/detik. Namun, seiring berjalannya waktu kegiatan penambangan akan mendekati daerah pemukiman warga (jarak terdekat 100 m). Oleh karena itu perlu diketahui jarak aman kegiatan peledakan terhadap pemukiman warga. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan rancangan geometri peledakan menggunakan teori C.J. Konya pada Blok CC DD 8, JJ 16, dan II 17 sehingga mengasilkan boulder <15% dan mendapatkan jarak aman kegiatan peledakan terhadap pemukiman terdekat. Pengukuran distribusi fragmen hasil peledakan aktual dilakukan dengan Metode Image Analysis dengan bantuan Software Split Desktop v4.3. Perhitungan prediksi distribusi fragmen hasil peledakan menggunakan Metode Kuznetsov Cunningham Outchterlony (KCO). Perhitungan prediksi getaran tanah menggunakan Metode Regresi Multivariate. Hasil penelitian menunjukan pengubahan rancangan geometri peledakan pada Blok CC DD 8, Blok JJ 16, dan Blok II 17 berhasil menurunkan boulder yaitu pada Blok CC DD 8 mengalami penurunan menjadi 13,03%, pada Blok JJ 16 megalami penurunan menjadi 10,29%, dan pada Blok II 17 mengalami penurunan menjadi 11,60% sehingga target peledakan berupa jumlah boulder < 15% dapat terpenuhi. Jarak aman kegiatan peledakan terhadap pemukiman warga adalah 227 m dan lebar buffer zone adalah 127 m.