Kegiatan peledakan pada blok CC DD 8, JJ 16, dan II 17 menggunakan geometri aktual menghasilkan boulder >15%. Blok CC DD 8 memiliki boulder sebanyak 15,65%, Blok JJ 16 sebanyak 25,11%, dan Blok II 17 sebanyak 21,82%. Hasil pengukuran getaran tanah menunjukan bahwa kegiatan peledakan saat ini dengan jarak peledakan sejauh 700 m masih termasuk kedalam kategori aman dengan tingkat getaran 1,39 mm/detik. Namun, seiring berjalannya waktu kegiatan penambangan akan mendekati daerah pemukiman warga (jarak terdekat 100 m). Oleh karena itu perlu diketahui jarak aman kegiatan peledakan terhadap pemukiman warga. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan rancangan geometri peledakan menggunakan teori C.J. Konya pada Blok CC DD 8, JJ 16, dan II 17 sehingga mengasilkan boulder <15% dan mendapatkan jarak aman kegiatan peledakan terhadap pemukiman terdekat. Pengukuran distribusi fragmen hasil peledakan aktual dilakukan dengan Metode Image Analysis dengan bantuan Software Split Desktop v4.3. Perhitungan prediksi distribusi fragmen hasil peledakan menggunakan Metode Kuznetsov Cunningham Outchterlony (KCO). Perhitungan prediksi getaran tanah menggunakan Metode Regresi Multivariate. Hasil penelitian menunjukan pengubahan rancangan geometri peledakan pada Blok CC DD 8, Blok JJ 16, dan Blok II 17 berhasil menurunkan boulder yaitu pada Blok CC DD 8 mengalami penurunan menjadi 13,03%, pada Blok JJ 16 megalami penurunan menjadi 10,29%, dan pada Blok II 17 mengalami penurunan menjadi 11,60% sehingga target peledakan berupa jumlah boulder < 15% dapat terpenuhi. Jarak aman kegiatan peledakan terhadap pemukiman warga adalah 227 m dan lebar buffer zone adalah 127 m.