Putu Suryaning Widya
Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Mineral, UPN “Veteran” Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemodelan Airtanah Menggunakan Metode Finnite Defference Pada Pit Kusan Atas PT. Putra Perkasa Abadi Jobsite Borneo Indobara, Kab. Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan Putu Suryaning Widya; Suyono Suyono; Indun Titisariwati
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 7, No 1 (2021): Maret
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Pit Kusan Atas, PT. Putra Perkasa Abadi Site PT. Borneo Indobara, yang berlokasi di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Sistem penambangan yang digunakan adalah sistem tambang terbuka dengan metode Strip Mine dengan target produksi tahun 2020 sebesar 31.848.000 Ton/tahun.Sumber air yang yang terdapat di area penambangan berasal dari air tanah dan air hujan. Berdasarkan peta cekungan air tanah Provinsi Kalimantan Selatan, daerah PT. Putra Perkasa Abadi termasuk dalam area cekungan pagatan. Kondisi airtanah sangat mempengaruhi jalannya penambangan pada sistem tambang terbuka, penelitian ini dilakukan untuk membuat model airtanah yang bertujuan untuk dapat memprediksi kondisi airtanah yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pengelolaan airtanah pada pit Kusan Atas PT. Putra Perkasa Abadi.Metode penelitian dilakukan dengan mengumpulakan data primer dan skunder. Adapun data yang diperlukan meliputi profil dan data rembesan, litologi batuan, stratigrafi, parameter akuifer, hidrogeologi yang meliputi pengukuran muka airtanah. Dari semua data tersebut, dilakukan penggambaran kondisi hidrogeologi daerah penelitian yang kemudian digunakan sebagai acuan dalam pembuatan model aliran airtanah menggunakan perangkat lunak Visual MODFLOW. Hasil penelitian menunjukan bahwa hidrogeologi daerah penelitian tersusun dari tiga jenis litologi, antara lain: batu lempung, batu pasir dan batubara. Hasil model kedudukan muka airtanah pada area Selatan pit elevasi muka airtanah berada pada elevasi 25 mdpl, pada bagian Utara elevasi muka airtanah berada pada elevasi 10 mdpl, sedangkan pada area Timur pit elevasi muka airtanah berada pada elevasi 10 mdpl dan pada bagian Barat elevasi muka airtanah berada pada elevasi 25 mdpl. Beberapa faktor yang menyebabkan fluktasi antara lain recharge dan evapotranspirasi dari curah hujan.