Achmad Muchammad
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MALAM DALAM AL-QUR`AN: Upaya Optimalisasi Waktu Malam untuk Belajar Siswa Achmad Muchammad
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 8 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v8i2.1576

Abstract

Bagi pelajar, menentukan waktu yang paling efektif untuk belajar bukanlah pekerjaan mudah. Apalagi di jaman modern seperti saat ini, seiiring ragam tantangannya yang juga beragam, mulai dari eksistensi media sosial yang kian merebak, ragam hiburan yang ditawarkan, hingga pola pergaulan yang semakin meluas, turut menjadi penyebab rumitnya mengatur aktifitas belajar siswa guna menunjang kegiatan belajar mereka di sekolah. Kondisi tersebut tentu berpengaruh pada proses pendidikan yang sedang mereka jalani. Alih-alih mencapai hasil maksimal dalam penerimaan materi pelajaran, justru laju pencerapan ilmu para siswa itu justru malah terganggu. Tulisan ini mencoba menawarkan pola belajar dan waktu yang efektif untuk belajar siswa. Perpaduan antara pengasahan inteletual dan spiritual yang ditawarkan dipandang tepat guna menjawab serangkaian tantangan di atas. Yakni dengan cara optimalisasi sepertiga malam yang terakhir sebagai rentang waktu yang dinilai paling tepat – seperti akan dibahas nanti -- , karena selain dapat meningkatkan kecerdasaan spiritual melalui shalat tahajjud, niscaya juga meningkatkan kecerdasan intelektualitasnya dengan belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pisau analisis isi (content analisys) yang kritis.
Utilization of Furniture Waste into Handicrafts that Generate Sales Value in Beratwetan Village, Gedeg District, Mojokerto Regency Achmad Muchammad; Hilmy Syahab; Afrida Sista Kurniasari; Alfi Lutfiah; Jayanti Devi Ikasari; Isna Qurrotul Aini
Media for Empowerment, Mobilization, and Innovation in Research & Community Vol. 1 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Future Tecno-Science Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59535/mt0d1a40

Abstract

Community empowerment is a development process in which local residents take the initiative to start social activities aimed at improving their conditions and overall quality of life. In this context, training programs are designed to enhance specific skills, knowledge, and attitudes to help individuals develop their potential based on the needs and resources of their local area. One relevant form of training to support regional development is handicraft training. This particular activity involved housewives from the POSPAUD community as the primary participants, while university students from the KKN program served as facilitators and organizers. The training adopted the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, which emphasizes identifying and utilizing local assets and strengths to promote sustainable community growth and improved social structures. The results of this initiative showed that the training on making wooden cellphone stands was effective. Participants gained practical skills and knowledge, which sparked motivation among the POSPAUD members to explore entrepreneurship in the handicraft sector. Their motivation was influenced by their available free time as housewives and the existence of market opportunities for handmade products with selling value. Several key indicators are used to assess entrepreneurial motivation, including self-confidence, goal and task orientation, risk-taking ability, leadership, creativity, innovation, and a future-oriented mindset. Therefore, this training program served as a strategic intervention to empower the local community. It successfully encouraged the development of home-based businesses while fostering greater independence and economic resilience. 
Utilization of Rice Washing Water as Additional Nutrition and Environmentally Friendly Liquid Organic Fertilizer (POC) for Chili Plants in Green House Activities in Balongsari Village Achmad Muchammad; Kamila Zain Putri Alysia
Media for Empowerment, Mobilization, and Innovation in Research & Community Vol. 1 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Future Tecno-Science Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59535/vgej8j94

Abstract

This Community Service Program (KKN) aims to explore and implement the use of rice washing water as an additional nutrient and environmentally friendly liquid organic fertilizer (POC) for chili plants in a greenhouse located in Balongsari Village, Gedeg District, Mojokerto Regency. Rice washing water, which is often discarded, is rich in essential nutrients such as B vitamins and minerals that can support plant growth. Through this approach, the program seeks to reduce domestic waste and promote more sustainable and environmentally friendly agricultural practices. The expected outcomes of this program are increased knowledge and skills of local farmers in using environmentally friendly organic materials, as well as demonstrating that rice washing water can be effectively used as a nutrient supplement and liquid organic fertilizer. The program also aims to raise awareness of the importance of sustainable agricultural practices and improved waste management, with positive impacts on the environment and agricultural yields.
Internalisasi Nilai Kedisiplinan pada Anak melalui Kisah Nabi Sulaiman As: Tafsir Tarbawi atas QS. Al-Naml/27: 15-31 Achmad Muchammad
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 3 (2024): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i3.3094

Abstract

Kedisiplinan merupakan salah satu nilai karakter fundamental yang perlu ditanamkan sejak usia dini, khususnya pada anak usia Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah. Namun, proses internalisasi nilai kedisiplinan pada anak sering menghadapi berbagai kendala, baik dari aspek metode maupun pendekatan pembelajaran yang kurang menarik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji internalisasi nilai kedisiplinan pada anak melalui kisah Nabi Sulaiman As sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Naml/27: 15–31 dengan pendekatan tafsir tarbawi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif berbasis studi kepustakaan (library research), dengan sumber utama Al-Qur’an serta didukung oleh kitab-kitab tafsir dan literatur pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa kisah Nabi Sulaiman As dan burung Hud-hud mengandung nilai-nilai kedisiplinan yang kuat, antara lain ketertiban, ketepatan waktu, ketegasan dalam menegakkan aturan, tanggung jawab, klarifikasi (tabayyun), serta komitmen dalam menjalankan tugas. Nilai-nilai tersebut terefleksi dalam sikap Nabi Sulaiman As sebagai pemimpin dan respons burung Hud-hud terhadap teguran dan amanah yang diberikan. Kisah Al-Qur’an terbukti memiliki potensi edukatif yang strategis dalam menanamkan nilai kedisiplinan karena bersifat naratif, menarik, dan sarat dengan dimensi spiritual-transendental. Dengan demikian, pendekatan kisah Qur’ani melalui tafsir tarbawi dapat dijadikan alternatif efektif dalam pendidikan karakter anak, khususnya dalam internalisasi nilai kedisiplinan.