Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STRATEGI PEMASARAN DAN BRANDING PRODUK OLAHAN Arina Fatharani; Budiyanto Budiyanto
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.293-297

Abstract

Pemasaran merupakan suatu kegiatan pelaku usaha untuk menukarkan nilai-nilai tentang informasi suatu produk, ide, dan jasa terhadap pembeli atau pelanggan. Salah satu cara pemasaran agar membentuk suatu strategi pemasaran adalah dengan membuat suatu brand dan melakukan branding. Kegiatan branding merupakan aktivitas komunikasi dalam membuat karakter atau identitas suatu produk untuk menciptakan dan mempertahankan image produk pada konsumen. Metode kegiatan dimulai dengan koordinasi dengan mitra dilakukan untuk menentukan waktu pelaksanaan kegiatan pengabdian yang sesuai dengan aktivitas khalayak sasaran. Kemudian pemberian penyuluhan mengenai materi marketing atau pemasaran dan branding. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pengendalian mutu produk pangan melalui perbaikan proses pengolahan pada ibu-ibu anggota KPPL Maju Bersama Desa Pal VIII, KPPL Karya Madiri Desa Tebat Tenong Luar, KPPL Sumber Jaya Desa Karang Jaya, KPPL Sejahtera Desa Sumber Bening. Pengabdian ini telah dilaksanakan dengan baik di hotel Syakila, Curup, Kabupaten Rejang Lebong. Hal ini terlihat dari antusias peserta dalam mengikuti penyuluhan yang dilakukan. Hal ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan peserta serta kemampuan menerapkan marketing atau pemasaran dan branding produk olahan.
Evaluasi Kelayakan Penggunaan Model Machine Learning pada Klasifikasi Perilaku Ayam di Bawah Kondisi Suhu dan Kelembapan yang Bervariasi Firmansyah Firmansyah; Suhendra; Arina Fatharani; Yusuf Irfan
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v13i1.256

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan model pembelajaran mesin untuk mengklasifikasikan perilaku ayam pada kondisi suhu dan kelembapan yang bervariasi, dengan tujuan mengoptimalkan kesejahteraan dan produktivitas unggas melalui pemantauan otomatis. Analisis difokuskan pada perilaku utama seperti Beristirahat, Makan/Minum, dan Aktivitas Fisik, serta meneliti bagaimana fluktuasi lingkungan memengaruhi respons fisiologis ayam, khususnya dalam termoregulasi. Selama periode pengamatan selama 21 hari, data dikumpulkan dari enam ayam menggunakan sensor suhu dan kelembapan, disertai dengan rekaman video. Sebanyak lima model pembelajaran mesin diuji, yaitu Random Forest, Support Vector Machine (SVM), K-Nearest Neighbors (KNN), Multi-Layer Perceptron (MLP), dan metode ensemble, untuk mengidentifikasi model yang paling efektif di antara lima model yang digunakan. Model Random Forest menunjukkan kinerja terbaik dengan akurasi sebesar 98,65%, membuktikan kemampuannya dalam membedakan berbagai aktivitas dengan efektif. Selain itu, temuan penelitian ini menekankan pentingnya mengintegrasikan data lingkungan secara real-time dan meningkatkan teknik ekstraksi fitur untuk meningkatkan keandalan klasifikasi. Wawasan dari penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi terhadap pengembangan sistem pemantauan cerdas adaptif, meskipun masih memerlukan validasi lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar, sekaligus menjadi landasan awal yang berpotensi mendukung kemajuan di masa depan dalam manajemen unggas komersial dengan memungkinkan intervensi kesejahteraan yang tepat waktu dan mendukung operasi yang efisien serta berorientasi pada kesejahteraan.
Chemical Characteristics of Dried Octopus in Solar-Biomass Hybrid Dryer Arina Fatharani
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v12i2.248

Abstract

As the main producing area, processing dried octopus in Kaur Regency still relies on traditional drying methods, which have various weaknesses. This study aims to analyse dried octopus's chemical characteristics (moisture, ash, and fat content) using a hybrid solar-biomass dryer. The experimental design used a Completely Randomised Design (CRD) with two factors, namely wood biomass feed (4 kg and 5 kg) and octopus body parts (head, swim membrane, upper arm, middle arm, and lower arm). The results showed that the moisture content of the final product ranged from 14.83-15.93% and met the SNI 2719-2017 standard (≤20%), without being significantly affected by the treatments given. The ash content (3.33-5.46%) was significantly affected by both treatment factors but still met the quality standard (≤7%), with the highest value in the head. Fat content (10.28-19.11%) was mainly influenced by body part and its interaction with biomass feed, with the highest distribution in the head and swimming membrane.
Chemical Characteristics of Dried Octopus in Solar-Biomass Hybrid Dryer Arina Fatharani
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v12i2.248

Abstract

As the main producing area, processing dried octopus in Kaur Regency still relies on traditional drying methods, which have various weaknesses. This study aims to analyse dried octopus's chemical characteristics (moisture, ash, and fat content) using a hybrid solar-biomass dryer. The experimental design used a Completely Randomised Design (CRD) with two factors, namely wood biomass feed (4 kg and 5 kg) and octopus body parts (head, swim membrane, upper arm, middle arm, and lower arm). The results showed that the moisture content of the final product ranged from 14.83-15.93% and met the SNI 2719-2017 standard (≤20%), without being significantly affected by the treatments given. The ash content (3.33-5.46%) was significantly affected by both treatment factors but still met the quality standard (≤7%), with the highest value in the head. Fat content (10.28-19.11%) was mainly influenced by body part and its interaction with biomass feed, with the highest distribution in the head and swimming membrane.