Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pata Dela: Identitas Budaya Dalam Mendukung Toleransi Dan Kerukunan Antar Umat Beragama Silverius Betu
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v15i1.1269

Abstract

Tolerance and harmony between religious communities is very important and has been fought for from generation to generation. Indonesia is a pluralistic society Therefore, tolerance and harmony are needed, which are understood, lived, and implemented in living together. Pata Dela in the Reba traditional ceremony is one of the local wisdom of the Ngada community and upholds the values ​​of tolerance and harmony. Pata Dela is the message for the Ngada people from their ancestors to live side by side in peace, see each other as brothers, and be fair in living together. Pata Dela is not just an ancestral message delivered every year in the traditional Reba ceremony but also becomes the cultural identity of the Ngada people, which is heard, contemplated, internalized, and implemented in everyday life. These values ​​of local wisdom need to be raised and disseminated because social media is intensively exposing hate speech and sentiments motivated by Sara, strengthening primordial attitudes, actions, and intolerance. Hopefully, this article can increase the values ​​of tolerance and harmony in society and strengthen the nation's unity and integrity.
PERSEKOLAHAN KATOLIKDI FLORES MENURUT GRAVISSIMUM EDUCATIONIS:TANTANGAN HARI INIDAN HARAPANNYA DI MASA DEPAN Silverius Betu
Jurnal Pertanian Unggul Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pertanian Unggul
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persekolahan Katolik di Flores sudah dimulai pada tahun 1862 jauh sebelum lahirnya Negara Indonesia.Sekolah didirikan untuk menghalau kebodohan, kemiskinan dan kegelapan iman.Misi ini terus berlanjut sampai hari ini.Namun peran ini mulai diambil alih oleh sekolah-sekolah negeri yang didirikan pemerintah dengan berbagai kemudahan. Hal ini menimbulkan pertanyaan: Apakah sekolah-sekolah Katolik masih dibutuhkan? Bagaimana implementasi ajaran Gereja Katolik tentang pendidikan katolik (Gravisimum Educationis) di sekolah-sekolah Katolik?Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas peneliti menggunakan motode kualitatif melalui kajian pustaka yang dipadukan dengan wawancara tertulis. Hasil penentian menemukan bahwa sekolah-sekolah Katolik akan tetap dibutuhkan oleh masyarakat Flores, di masa lalu, hari ini dan di masa depan. Hal ini terjadi karena misi pendidikan Katolik selain untuk meningkatkan kemampuan intelektual anak didik juga menumbuhkan dan membina iman kokoh serta membentuk karakter yang unggul. Namun berhadapan dengan berbagai tantangan saat ini, sekolah-sekolah Katolik harus terus berbenah meningkatkan berbagai keunggulan dan daya saing, memperkuat identitas kekatolikan, menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai, membagun dialog dan kerja sama yang erat dengan pemeriantah dan masrayakat, memperhatikan kesejahteraan para guru serta menguatkan kapasitas guru melalui pelatihan, seminar dan study lanjut.