This Author published in this journals
All Journal Profetika
M. Abdul Khaliq Hasan, M. Abdul Khaliq
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

نحو مقومات شخصية المعلم المفضلة (فى ضوء دراسة الآية: ١٥١ من سورة) البقرة Hasan, M. Abdul Khaliq
Profetika Vol. 15, No. 1, Juni 2014
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It is known that God revealed the Koran to the nation Muhammad’s to be evidenceand approach to their lives and their affairs and their cases daily . One of the issues that mustbe guided by the Quran is the issue of education . Because education is essential in theformation of the nation and its renaissance. The higher education repaired the nation , and sovice versa. Another element in the success of the process of education is having the teacherhas a distinct personality . Because the teacher is the one who printed his students as hewishes according to inclinations . The aim of this study and knowledge of the elements of apersonal teacher through the study of verse 151 of Sura al-Baqarah. This study pursuesresearch methodology analytical descriptive analysis of the views of the commentators towardverse 151 of Sura al-Baqarah. The analysis of the information was an interactive way togather information , analyze , and display and deduced. The results showed, that the elementsof a personal favorite teacher as indicated by the verse 151 of Sura al-Baqarah, show throughthe following things: (1) the teacher has to be extended recitation conscious; whether it is theKoran or another, including of scientific specialties (2) Accordingly, teaching book;understanding a sheen on the Koran true understanding salafus shaleh approach. Andeducation within the meaning of the book is to teach the pen with all its meanings. Thus, theteacher that his skill upgrades scientific writing because they are professional requirements.(3) wisdom education; Queen which comes with putting things in place right, and the weightof things with correct, and realize the goals of orders and directives. (4) uponrecommendation of souls in all its aspects, and whenever the teacher orthodoxy, orthodoxyhearts of the hearts of the students, (5) and it always supply the information emerging .Keywords : ingredients, personalized, teacher Allah merunkan Al-Qur`an untuk umat Islam agar dijadikan sebagai petunjukdan pedoman hidup dalam seluruh kehidupannya. Tidak terkecuali dalam pendidikan. Karenapendidikan merupakan pokok dasar dalam mencerdaskan dan membangun sebuah bangsa.Jika sebuah pendidikan itu baik, maka sebuah bangsa juga akan baik. Dan diantara unsurutama keberhasilan pendidikan adalah tersedianya pengajar yang memiliki kepribadian idial.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur-unsur utama yang harus menjadikepribadian seorang pengajar dengan mengkaji ayat 151 surat al-Baqarah. Jenis penelitin inimerupakan penelitian perpustakaan, deskriptif analisis. Analisa dilakukan terhadap pendapatdan penafsiran ahli tafsir berkaitan ayat 151 surat al-Baqarah. Teknik analisa datamenggunakan model interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi, penyajian dankesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara kepribadian pengajar yang harusdimiliki sebagaimana diisyaratkan dalam ayat 151 surat al-Baqarah adalah sebagai berikut:(1) seorang pengajar harus memiliki becaan yang luas, baik berupa bacaan Al-Qur`an ataukeilmuan yang berkaitan dengan disiplin keilmuannya; (2) seorang pengajar harusmengajarkan Al-Qur`an sesuai dengan pemahaman para salafus-shaleh. Termasuk dalammengajarkan Al-Qur`an adalah mengajarkan tulis-menulis dengan makna yang seluasluasnya,karena itu seorang pengajar harus mampu meningkan kemampuan dalam menulisilmiah sesuai kopetensinya; (3) mengajarkan hikmah, yaitu kemampuaan untuk melakukantindakaan secara tepat sesuai dengan kondisi dan tujuan; (4) melakukan penyucian diri/jiwasecara menyeluruh, karena selama jiwa seorang pengajar itu baik, maka seluruh kejiwaanpara peserta didik juga baik; (5) pengajar harus selalu menambah dengan berbagai keilmuanyang terkini.Kata Kunci: Unsur, Karakter, Pengajar.
MERAJUT KERUKUNAN DALAM KERAGAMAN AGAMA DI INDONESIA (Perspektif Nilai-Nilai Al-Quran) Hasan, M. Abdul Khaliq
Profetika Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religious diversity is sunnatullah, something that is given. As well as thediversity in language, culture and the like. It is recognized by al-Quran clearly. Forthat al-Quran has given instructions to his people in addressing religious diversity inform two clear and unequivocal manner. That is the attitude Exclusive (al-inghilaq) inthings that are aqidah (belief) and ‘ubudiah (worship) and inclusive attitude (alinfitah)in the realm of socially interactive. In the applicative level, the teachings ofIslam which is sourced to al-Quran and Sunnah has taught his people how to live sideby side with members of different communities faith. Medina Charter is among thehistorical evidence of how Islam since the beginning wantrealization inter-religiousharmony. In the context on Indonesia, noble values al-Quran can be developed inorder uphold various pillars that need to be agreed together and actualized to buildinter-religious harmony. Among these pillars is to improve the correct tolerance, mutualrespect with full religious attitudes in certain maturity, increased cooperation in mattersof religion become destination together, without having to mutual suspicion andstrengthen the three pillars of state (Pancasila, UUD 45 and Unity in Diversity).Keywords: harmony, religious diversity,Keragaman beragama merupakan sunnatullah, sesuatu yang sifatnya given.Sebagai halnya keragaman dalam bahasa, suka dan budaya.Hal ini diakui oleh Al-Quran secara jelas.Untuk itu,Al-Quran telah memberikan petunjuk kepada umatnyadalam menyikapi keragaman beragama dalam wujud dua sikap yang jelas dantegas.Yaitu sikapeksklusif (al-inghilaq) dalam hal-hal yang bersifat aqidah dan ‘ubudiahdan sikap Inklusif (al-infitah) dalam ranah sosial interaktif.Dalam tataran aplikatif,ajaran Islam yang bersumber kepada Al-Quran dan as-Sunnah telah mengajarkankepada umatnya bagaimana hidup berdampingan dengan anggota masyarakat yangberbeda kenyakinan. PiagamMadinah adalah diantara bukti sejarah bagaimana Islamsejak awal menginginkan terwujutnya kerukunan antarumat beragama.Dalam kontekske-Indonesia-an, nilai-nilai luhur Al-Quran tersebut dapat dikembangkan dalam rangkamengakkan berbagai pilar yang perlu disepakati bersamadan diaktualisasikan untukmembangun kerukunan antarumat beragama.Diantara pilar-pilar tersebut adalahdengan meningkatkan sikap toleran yang benar, saling menghormati dengan penuhsikap kedewasan dalam beragama, meningkatkan kerjasama dalam hal-hal yang menjaditujuaan bersama dalam beragama, tanpa harus saling mencurigai dan memperkokohtiga pilar kenegaraan (Pancasila, UUD 45 dan Bineka Tunggal Ika).Kata Kunci: kerukunan, keberagaman agama, eksklusif, inklusif.
MERAJUT KERUKUNAN DALAM KERAGAMAN AGAMA DI INDONESIA (Perspektif Nilai-Nilai Al-Quran) Hasan, M. Abdul Khaliq
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i1.2008

Abstract

Religious diversity is sunnatullah, something that is given. As well as thediversity in language, culture and the like. It is recognized by al-Quran clearly. Forthat al-Quran has given instructions to his people in addressing religious diversity inform two clear and unequivocal manner. That is the attitude Exclusive (al-inghilaq) inthings that are aqidah (belief) and ?ubudiah (worship) and inclusive attitude (alinfitah)in the realm of socially interactive. In the applicative level, the teachings ofIslam which is sourced to al-Quran and Sunnah has taught his people how to live sideby side with members of different communities faith. Medina Charter is among thehistorical evidence of how Islam since the beginning wantrealization inter-religiousharmony. In the context on Indonesia, noble values al-Quran can be developed inorder uphold various pillars that need to be agreed together and actualized to buildinter-religious harmony. Among these pillars is to improve the correct tolerance, mutualrespect with full religious attitudes in certain maturity, increased cooperation in mattersof religion become destination together, without having to mutual suspicion andstrengthen the three pillars of state (Pancasila, UUD 45 and Unity in Diversity).Keywords: harmony, religious diversity,Keragaman beragama merupakan sunnatullah, sesuatu yang sifatnya given.Sebagai halnya keragaman dalam bahasa, suka dan budaya.Hal ini diakui oleh Al-Quran secara jelas.Untuk itu,Al-Quran telah memberikan petunjuk kepada umatnyadalam menyikapi keragaman beragama dalam wujud dua sikap yang jelas dantegas.Yaitu sikapeksklusif (al-inghilaq) dalam hal-hal yang bersifat aqidah dan ?ubudiahdan sikap Inklusif (al-infitah) dalam ranah sosial interaktif.Dalam tataran aplikatif,ajaran Islam yang bersumber kepada Al-Quran dan as-Sunnah telah mengajarkankepada umatnya bagaimana hidup berdampingan dengan anggota masyarakat yangberbeda kenyakinan. PiagamMadinah adalah diantara bukti sejarah bagaimana Islamsejak awal menginginkan terwujutnya kerukunan antarumat beragama.Dalam kontekske-Indonesia-an, nilai-nilai luhur Al-Quran tersebut dapat dikembangkan dalam rangkamengakkan berbagai pilar yang perlu disepakati bersamadan diaktualisasikan untukmembangun kerukunan antarumat beragama.Diantara pilar-pilar tersebut adalahdengan meningkatkan sikap toleran yang benar, saling menghormati dengan penuhsikap kedewasan dalam beragama, meningkatkan kerjasama dalam hal-hal yang menjaditujuaan bersama dalam beragama, tanpa harus saling mencurigai dan memperkokohtiga pilar kenegaraan (Pancasila, UUD 45 dan Bineka Tunggal Ika).Kata Kunci: kerukunan, keberagaman agama, eksklusif, inklusif.
نحو مقومات شخصية المعلم المفضلة (فى ضوء دراسة الآية: ١٥١ من سورة) البقرة Hasan, M. Abdul Khaliq
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 15, No. 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v15i1.1962

Abstract

It is known that God revealed the Koran to the nation Muhammad?s to be evidenceand approach to their lives and their affairs and their cases daily . One of the issues that mustbe guided by the Quran is the issue of education . Because education is essential in theformation of the nation and its renaissance. The higher education repaired the nation , and sovice versa. Another element in the success of the process of education is having the teacherhas a distinct personality . Because the teacher is the one who printed his students as hewishes according to inclinations . The aim of this study and knowledge of the elements of apersonal teacher through the study of verse 151 of Sura al-Baqarah. This study pursuesresearch methodology analytical descriptive analysis of the views of the commentators towardverse 151 of Sura al-Baqarah. The analysis of the information was an interactive way togather information , analyze , and display and deduced. The results showed, that the elementsof a personal favorite teacher as indicated by the verse 151 of Sura al-Baqarah, show throughthe following things: (1) the teacher has to be extended recitation conscious; whether it is theKoran or another, including of scientific specialties (2) Accordingly, teaching book;understanding a sheen on the Koran true understanding salafus shaleh approach. Andeducation within the meaning of the book is to teach the pen with all its meanings. Thus, theteacher that his skill upgrades scientific writing because they are professional requirements.(3) wisdom education; Queen which comes with putting things in place right, and the weightof things with correct, and realize the goals of orders and directives. (4) uponrecommendation of souls in all its aspects, and whenever the teacher orthodoxy, orthodoxyhearts of the hearts of the students, (5) and it always supply the information emerging .Keywords : ingredients, personalized, teacher Allah merunkan Al-Qur`an untuk umat Islam agar dijadikan sebagai petunjukdan pedoman hidup dalam seluruh kehidupannya. Tidak terkecuali dalam pendidikan. Karenapendidikan merupakan pokok dasar dalam mencerdaskan dan membangun sebuah bangsa.Jika sebuah pendidikan itu baik, maka sebuah bangsa juga akan baik. Dan diantara unsurutama keberhasilan pendidikan adalah tersedianya pengajar yang memiliki kepribadian idial.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur-unsur utama yang harus menjadikepribadian seorang pengajar dengan mengkaji ayat 151 surat al-Baqarah. Jenis penelitin inimerupakan penelitian perpustakaan, deskriptif analisis. Analisa dilakukan terhadap pendapatdan penafsiran ahli tafsir berkaitan ayat 151 surat al-Baqarah. Teknik analisa datamenggunakan model interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi, penyajian dankesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara kepribadian pengajar yang harusdimiliki sebagaimana diisyaratkan dalam ayat 151 surat al-Baqarah adalah sebagai berikut:(1) seorang pengajar harus memiliki becaan yang luas, baik berupa bacaan Al-Qur`an ataukeilmuan yang berkaitan dengan disiplin keilmuannya; (2) seorang pengajar harusmengajarkan Al-Qur`an sesuai dengan pemahaman para salafus-shaleh. Termasuk dalammengajarkan Al-Qur`an adalah mengajarkan tulis-menulis dengan makna yang seluasluasnya,karena itu seorang pengajar harus mampu meningkan kemampuan dalam menulisilmiah sesuai kopetensinya; (3) mengajarkan hikmah, yaitu kemampuaan untuk melakukantindakaan secara tepat sesuai dengan kondisi dan tujuan; (4) melakukan penyucian diri/jiwasecara menyeluruh, karena selama jiwa seorang pengajar itu baik, maka seluruh kejiwaanpara peserta didik juga baik; (5) pengajar harus selalu menambah dengan berbagai keilmuanyang terkini.Kata Kunci: Unsur, Karakter, Pengajar.