Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Pada Pekerjaan Proyek Pembangunan Infrastruktur I Komang Alit Astrawan Putra; I Gusti Bagus Angga Surya Dharma
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v12i1.6557

Abstract

ABSTRACT: The development of technology and information today is very closely related to capacity building in the world of construction, especially in the implementation of infrastructure development projects. This development can be seen from the use of various modern equipment, types of materials and production methods and procurement processes. Humans as workers also experience development in their efforts to get jobs armed with skills and expertise. Based on this, workers as the spearhead in the management and implementation of the project are the main concern to ensure the safety and health of their work In this study it is devoted to knowing the general conditions of the contractor's activities and work activities in carrying out the Occupational Safety and Health Management System, how the Occupational Safety and Health Management System (SMK3) is owned by the contractor, both in field conditions or standard operating conditions and how conformity elements of the implementation of the Occupational Health and Safety Management System with ISO 45001:201, Government Regulation Number 50 of 2012. From the research results it can be said that contractors engaged in road construction construction services, in carrying out their projects in accordance with their duties, principals and functions and produce various types of construction products, such as "U-ditch" pre-cast products. Implementation In implementing project SMK3, planning management is determined using SMKK (Construction Safety Management System) which refers to PUPR Ministerial Regulation Number 10 of 2021. In implementing OSH performance, companies have made efforts to carry out SMK3 procedures in general that are appropriate and refer to PP Number 50 of 2012 and ISO 45001: 2018 with the results of an analysis of the implementation for the K3 performance aspect which refers to the two SMK3 elements according to Government Regulation Number 50 of 2012 and ISO 45001: 2018 of 74.8% and for the provision of various safety support facilities at work of 71% .
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Gaya Kepemimpinan Manajer Proyek Dalam Pelaksanaan Proyek Konstruksi. (Studi Kasus : Pembangunan Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Udayana) I Wayan Diasa; I Komang Alit Astrawan Putra; I Kadek Mahadykha; Ni Ketut Sri Astati Sukawati
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran Manajer Proyek adalah sebagaiApengatur visi,Amotivator,Apenganalisis, dan penanggung jawab pekerjaan. Pada proyek pembangunan gedung dekanat fakultas kedokteran hewan (FKH) universitas udayana menggunakan struktur balok dan pelat precast, dimana terdapat beberapa kendala pada pekerjaan dilapangan diantaranya keterlambatan produksi dan pengiriman balok precast. OlehAkarena ituAperlu dilakukanApenelitianAuntuk mengetahuiAfaktor-faktorAyang mempengaruhi gaya kepemimpinan Manajer Proyek. Tujuan dari penelitianAiniAadalahAuntuk mengetahuiAfaktor-faktorAyangAmempengaruhiAdanAfaktorAyang palingAdominan mempengaruhi Gaya KepemimpinanAManajerAProyek dalam pelaksanaan proyekAkonstruksiApada pembangunan gedung dekanat fakultas kedokteran hewan (FKH) universitas udayana. Dalam penelitian ini metode pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner, data yang telah terkumpul selanjutnya diuji terlebih dahulu dengan uji validitas,AreliabilitasAdanAujiAasumsiAklasik. Kemudian dilanjutkan menganalisis data menggunakan AnalisisARegresiALinierABerganda dengan bantuan software SPSS 25.0. Dari hasil analisis diperoleh bahwa faktor pengetahuan (X1) memilikiApengaruhAyang SignifikanAterhadap Gaya Kepemimpinan (Y) dengan nilai t hitung = 3.230 dan nilai signifikansi 0.003. Faktor keahlian (X2) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap gaya kepemimpinan (Y) dengan nilai t hitung = 3.806 dan nilai signifikansi 0.001. Faktor motivasi atau sikap (X3) tidak memilikiApengaruh yangaSignifikan terhadap gaya kepemimpinan (Y) dengan nilai t hitung = (-0.204) dan nilai Signifikansi 0.839.