Ekokritik merupakan telaah atas relasi antara sastra dan lingkungan hidup yang mempertanyakan sebab kerusakan alam akibat pembangunan yang dilakukan oleh manusia demi kepentingan ekonomi dan politik. Telaah tersebut sekaligus meninjau perspektif keterlibatan dan komitmen sastra dalam mencegah perusakan alam lebih lanjut oleh manusia. Penelitian ini bertujuan membuktikan bagaimana sastra mampu menjadi cermin pertobatan ekologi dalam arus besar produksi kebudayaan. Pembuktian tersebut ditempuh melalui penelusuran bentuk kritik ekologi yang menjadi manifesto artistik lagu-lagu Rahasia Band. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dalam bentuk deskripsi interpretasi data. Pemilihan lagu-lagu Rahasia Band diseleksi berdasarkan purposive sampling. Setelah diseleksi berdasarkan purposive sampling yang berkaitan erat dengan permasalahan ekologi dan sikap nyata sastra sebagai media kritik atas perusakan lingkungan hidup, terpilihlah tiga lagu Rahasia Band yang dijadikan objek penelitian. Pertama adalah lagu yang berjudul Nalar Elite Negeri Ini (2015), kedua Panggilan Tanah Air (2017), dan ketiga Pengusiran Pribumi secara Halus (2018). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu-lagu Rahasia Band telah merepresentasikan dengan baik fakta-fakta objektif kerusakan lingkungan hidup yang pelik. Pembangunan yang bercorak kapitalistik bukan hanya melahirkan praktik manipulatif pembangunan, tetapi turut pula melanggengkan kemiskinan sistemik yang menimpa masyarakat.Kata kunci: Ekokritik, lingkungan hidup, produksi kebudayaan, representasi, krisis ekologi