Detalia Claudia Rellam
AKPER Rumkit Tk.III Manado

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Supportive Educative System Dalam Meningkatkan Kemandirian Perawatan Kaki Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Heyni Fitje Kereh; Detalia Claudia Rellam
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.12269

Abstract

Peningkatan prevalensi penyakit diabetes melitus menyebabkan komplikasi diabetes melitus juga semakin meningkat. Komplikasi diabetes merupakan salah satu masalah utama bagi penyandang diabetes pada umumnya. Meningkatnya penyakit akibat penyumbatan pembuluh darah, baik mikrovaskular seperti retinopati, nefropati maupun makrovaskular seperti penyakit pembuluh darah koroner dan juga pembuluh darah tungkai bawah merupakan komplikasi dari penyakit DM dimana sangat perlu tindakan pencegahan. Tindakan yang mendukung pengelolaan DM adalah tindakan perawatan secara mandiri (self care), dikarenakan DM merupakan penyakit kronis yang umum terjadi pada dewasa yang membutuhkan supervisi medis berkelanjutan dan Supportive educative system merupakan kegiatan untuk membantu individu dalam meningkatkan kemampuan (perilakunya) dalam pemantauan glukosa darah mandiri, nutrisi, aktivitas fisik dan pengobatan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta bertujuan mengelola bahan penelitian untuk mensintesis suport edukasi system dalam meningkatkan kemandirian perawatan pasien DM tipe II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa supportive educative system terhadap peningkatan perawatan kaki mandiri pada pasien diabetes mellitus tipe II, terbukti memiliki hubungan dengan perilaku perawatan kaki, pemberian edukasi agar seseorang dapat meningkatkan kemampuan, pengetahuan, ketrampilan dan sikap diri, dimana proses pemahaman pasien DM dapat terjadi melalui pendidikan kesehatan, dengan memberikan informasi sehingga akan timbul kesadaran pada individu atau masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.