Abstrak: Mujizat penyembuhan sering kita lihat bahkan kita alami, namun yang menjadi dasar penulisan ini ialah bahwa mujizat penyembuhan yang dibahas dalam Alkitab mengenai orang buta sejak lahir. Kisah penyembuhan ini bukan cuma sekedar salah satu kisah/nasrani paradigmatika tentang kuasa supranatural atas Yesus penyakit umat manusia kisah penyembuhan ini pada hekekatnya adalah semua yang berkaitan erat dengan ekspresi verbal ego eimi atau I am yang sarat muatan teologis. Permasalahan yang diangkat dalam penulisan ini adalah mengekspolarasi pelayanan penyembuhan (healing ministry)- sebagai bagian dari pelayanan Signs and Wonders yang merupakan salah satu metode penting gerakan pertumbuhan gereja (Church Growth Movement) yang banyak contoh dan dipraktekkan terutama dikalangan gereja-gereja injil termasuk Pentakosta dan Kharismatik. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah deskriptif kualitatif yaitu dengan mendapatkan informasi mendalam dan luas secara alkitabiah. Hasil yang diperoleh bahwa mengkorporasikan secara kritis kreaktif metode pelayanan signs and wonders yang telah diterapkan dengan sukses oleh para saudara seiman dari gereja-gereja injili sebagai perangkat misi merupakan sebuah opsi yang sangat prospektif yang mampu menbangun aspek kehidupan rohani maupun kehidupan pelayananya (termasuk didalam pelayanan misi). Abstract: We often see healing miracles and even experience them, but the basis for this writing is that the healing miracles discussed in the Bible are about people who were blind from birth. This healing story is not just one of the paradigmatic/Christian stories about supernatural power over Jesus for the disease of mankind. This healing story is in essence all that is closely related to the verbal expression of ego eimi or I am which is full of theological content. The problem raised in this paper is exploring the healing ministry - as part of the Signs and Wonders ministry which is one of the important methods of the Church Growth Movement which has many examples and is practiced especially among the gospel churches including Pentecostals and charismatic. The method used in this paper is descriptive qualitative, namely by obtaining in-depth and broad information biblically. The results obtained are that corporating critically and creatively the sign and wonders service method that has been successfully applied by brothers and sisters from evangelical churches as a mission tool is a very prospective option that is able to build aspects of spiritual life and ministry life.