Mufti Riyani Riyani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LOCAL GENIUS MASYARAKAT JAWA KUNO DALAM RELIEF CANDI PRAMBANAN Mufti Riyani Riyani
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 2 No 1 (2015): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.323 KB)

Abstract

Following F.D.K. Bosch (1952), Local genius is cultural member ability to proving as much as strength their cultural character basic face to cultural acculturation. The meaning of local genius by experts is the local approach to society intellectual of the cultural member. Ancient Javanese as artifact producers of Borobudur and Prambanan monumental cultural that symbolized by Hinduism and Buddhism, more, ancient Javanese of Islamic Mataram was learned Hinduism value to being Javanese cultural (Damami, 2002: 85). According to the reason, ancient Javanese original cultural still be surviving. Ancient Javanese local ability has risen in the cultural as the complexity of activity and cultural product. Relief is one of the complexities of cultural product that could be exhibiting local genius. Relief is the ornament that carved at the body of a temple. The ornaments motif at the body of Prambanan as one of the biggest temples in Java has imagined local ability of Javanese in accepting Hinduism cultural. The local ability exhibited by the creativity of curving artist in their independency and capability to the meaning of Javanese original characterized. The Characteristic and originality could be imagined ancient Javanese ability.
PENDIDIKAN IPS SEBAGAI KATALISATOR DALAM TRANSFORMASI PENDIDIKAN DI INDONESIA Mufti Riyani Riyani
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 2 No 2 (2015): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.633 KB)

Abstract

Praktik pendidikan di Indonesia pada saat ini teridentifikasi mengikuti paradigma materialisme yang mengarah pada bekerjanya kelas sosial tertentu, khususnya kelas pemodal atau kelas kapital, sebagai kelas dominan. Hal tersebut dapat diamati melalui intendedcurriculum dan hiddencurriculum atau kurikulum terencana dan tersembunyi yang berperspektif kelas atas atau kelas pemodal. Pendidikan akhirnya memaksa seluruh siswa menggunakan modal budaya yang dominan.Kondisi ini menyebabkan siswa dari kalangan kelas bawah gagal memperoleh perbaikan kesejahteraan melalui pendidikan. Penelitian ini bermaksud menggali potensi IPS sebagai katalisator dalam transformasi pendidikan di Indonesia melalui penerapan paradigm pendidikan sosialis sebagai counter attack atau serangan balik terhadap pendidikan dengan paradigm materialisme. Hal ini mungkin terjadi sebab IPS pada hakikatnya bersifat sebagai penyadaran kritis, melatih mental dan praktik sosial serta memungkinkan tumbuhnya kesadaran terhadap modal budaya asli sebagai kontra bagi modal budaya kelas kapital. Katalisator tersebut bekerja melalui penerapan proses pendidikan dengan paradigm sosialis, sebagai counter terhadap paradigm materialsme. Selain melalui proses belajar mengajar, keberhasilan IPS sebagai katalisator dapat terjadi dengan melahirkan aktor-aktor sosial yang mampu bertindak secara rasional. Sebagai hasil analisa kritis, IPS cocok untuk dikembangkan dalam manifesto paradigma pendidikan sosialis Tan Malaka. Secara makro dan mikro keduanya memiliki misi yang sama. Secara makro, IPS dan pendidikan sosialis sama-sama berperan sebagai instrument penyadaran kritis, sedang secara mikro, sama-sama bertujuan melahirkan aktor sosial yang memberikan pengabdian terhadap masyarakat melalui tindakan sosial yang rasional.