Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Manfish Journal

PERBANDINGAN KOMPOSISI KIMIA, ASAM LEMAK, ASAM AMINO IKAN TOMAN (Channa micropeltes) DAN IKAN GABUS (Channa Striata) DARI PERAIRAN KALIMANTAN BARAT Evi Fitriyani; Nani Nuraenah; Ika Meidy Deviarni
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 1 No 2 (2020): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.857 KB) | DOI: 10.31573/manfish.v1i02.121

Abstract

Ikan toman (Channa micropeltes) dan ikan gabus (Channa striata) salah satu ikan ekonomi penting lokal dari perairan Kalimantan Barat yang bisa dipercaya sebagai penyembuh luka karena memiliki kandungan albumin dan protein yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi komposisi dari ikan toman dan ikan gabus dari Kalimantan Barat diantaranya kandungan proksimat, kalsium (Ca), zat besi (Fe) fosfor (F), asam amino dan asam lemak. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ikan gabus dan ikan toman dari perairan Kalimantan Barat mempunyai potensi sebagai sumber albumin dan memiliki kandungan asam amino yang tinggi, hal ini dilihat dari hasil analisis kandungan albumin dari ikan toman sebesar 3,6147 gr/dL dan ikan gabus sebesar 3,3076 gr/dL. Hasil analisis kandungan gizi ikan toman dan ikan gabus meliputi kadar air sebesar 72,16% dan 77,84%, protein sebesar 24,75% dan 20,21%, abu sebesar 1,65% dan 1,13%, lemak sebesar 0,89% dan 0,20%, karbohidrat sebesar 0,55% dan 0,62%, kalsium (Ca) sebesar 69,0 mg/kg dan 11,04 mg/kg, fosfor (F) sebesar 0,457% dan 0,532% dan zat besi (Fe) sebesar 0,17 mg/kg dan 3,40 mg/kg. Kandungan asam lemak jenuh yang tertinggi pada ikan toman dan ikan gabus adalah kandungan asam palmitat dan kandungan asam lemak tak jenuh yang tertinggi pada ikan toman dan ikan gabus adalah asam oleat. Komposisi asam amino pada ikan toman dan ikan gabus yang diidentifikasi terdapat 16 jenis asam amino terdiri dari asam amino non esensial yaitu asam glutamate dan asam amino esensial yaitu lisin.
Potensi Edible Coating Gelatin dengan Penambahan Quarcetin Terhadap Pembentukan Histamin Pada Daging Ikan Tongkol Selama Penyimpanan Leni Lasmi; Nani Nuraenah; Andri Nofreeana
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 2 No 1 (2021): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.963 KB) | DOI: 10.31573/manfish.v1i03.292

Abstract

Edible coating berbahan dasar gelatin telah dikenal sebagai pegawet pada produk perikanan yang berfungsi sebagai pembungkus yang melindungi produk dari kotaminasi luar baik berupa oksigen maupun mikroba yang dapat mempercepat proses pembusukan. Kemampuan edible coating gelatin sebagai pengawet dapat ditingkatkan dengan penambahan antimikroba sehingga dapat lebih memperpanjang masa simpan produk. Quercetin merupakan salah satu bahan aktif yang memiliki kemampuan sebagai antibakteri terhadap beberapa bakteri penghasil histidin dekarboksilase. Penelitian ini bertujaun untuk mempelajari potensi kombinasi edible coating gelatin dari tulang ikan dengan penambahan quarcetin dari bawang dayak pada konsentrasi yang berbeda (0%, 1%, 2%) dalam menghambat pertumbuhan histamin ikan tongkol selama penyimpanan pada variasi lama penyimpanan suhu ruang (0, 6, 12,dan 24 jam). Parameter yang diamati berupa kandungan histamin dan pH Pengujian kandungan histamin dilakukan secara kualitatif menggunakan teskit histamin. Kombinasi penggunaan edible film gelatin dan quarcetin pada konsentrasi yang berbeda dapat menghambat pertumbuhan histamin padafillet ikan tongkol setelah penyimpanan selama 12 jam pada suhu ruang. Penambahan quarcetin pada konsentrasi 1% dan 2% menunjukkan hasil yang hampir sama. pada pengujian pH terlihat bahwa semakin meningkatnya konsentrasi quercetin yang diberikan pada daging fillet Ikan Tongkol, maka akan semakin menurun nilai peningkatan pH daging fillet ikan tongkol pada variasi waktu mulai dari jam ke 12. Kata kunci :gelatin, tulang ikan, quercetin, histamin,edible couting