Artikel ini bertujuan untukmenganalisis dan mendiskripsikan pelaksanaan pembelajaran blended learning yang efektif di SMP Negeri 1 Baturetno pada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Tahap 1 (PTM). Inovasi BelAs Bening (Belajar Asik dengan Blended Learning) diluncurkan sebagai tindakan cepat tanggap atas dikeluarkannya Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri Nomor 420/ 5330 Tanggal 15 Oktober 2021 hal Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Tahap 1 (PTM) di Wonogiri. Inovasi BelAs Bening merupakan solusi pada pembelajaran fase transisi, dimana pembelajaran harus dilakukan secara kombinasi antara daring (tatap muka antara guru dengan siswa) 50% dan luring (pembelajaran jarak jauh) 50%. Penelitian terhadap inovasi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara observasi atau pengamatan dan studi dokumentasi, seperti dokumen pemerintah, media massa dan penelitian inovasi yang relevan.Inovasi pembelajaran BelAs Bening diharapkan dapat mengatasi permasalahan pembelajaran pada masa transisi Covid-19 secara efektif dan efisien dan meningkatkan motivasi belajar siswa pada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Tahap 1 (PTM) khususnya SMP Negeri 1 Baturetno.