Abdul Wahid
STAI Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) Pinrang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Masa Pandemi Covid-19 Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Sejarah Kebudayaan Islam Muhammad Ridwan; Abdul Wahid
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 1 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.878 KB) | DOI: 10.58917/aijes.v1i2.28

Abstract

Penelitian ini memilki tujuan untuk meningkatkan hasil belajar sejaarah kebudayaan Islam siswa kelas IX di MTs Negeri Pinrang melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe numbered head together (NHT) Pasca Pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas IX.1 yang berjumlah 30 siswa. Penelitian dilakukan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat kali pertemuan, teknik pengumpulan data dari penelitian ini menggunakan observasi dan tes hasil belajar. Data yang diperoleh dilakukan dengan analisis deskriptif untuk data hasil observasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe numbered head together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar sejarah kebudayaan Islam, peneliti sebagai guru melakukan tahap perencanaan meliputi: (1) Membuat perangkat pembelajaran (2) Membuat lembar observasi aktivitas siswa (3) Menyusun kisi-kisi, tes hasil belajar, dan pedoman penskoran. Kemudian tahap pelaksanaan meliputi: (1) menginformasikan topik yang akan dibahas. (2) menyajikan informasi umum yang terkait dengan materi. (3) membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok (4) mengajukan pertanyaan kepada setiap kelompok berupa tugas untuk mengerjakan soal-soal pada Lembar Kegiatan Siswa (LKS). (5) Siswa berpikir bersama dan menyatukan pendapatnya. (6) memanggil siswa dengan nomor tertentu. (7) menyimpulkan materi yang telah diajarkan. Selanjutnya pada tahap refleksi ditentukan keberhasilan atau kegagalan melalui hasil observasi dan hasil tes belajar. rata-rata hasil belajar sejarah kebudayaan Islam pada siklus I mencapai 70,38% dan 79,33% pada siklus II. Meningkatnya persentase siswa yang tuntas belajar dari siklus I ke siklus II yaitu 78.1% pada siklus I menjadi 93.8% pada siklus II. Hal ini berarti pada siklus II sudah tuntas secara klasikal.Meningkatnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dari siklus I ke siklus II.