Andri Yulianto
Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan kesehatan tentang penerapan terapi bermain puzzle pada anak pra sekolah untuk mengurangi kecemasan saat menjalani perawatan di rumah sakit Andri Yulianto; Idayati Idayati; Senja Atika Sari
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 1 (2021): Promosi Kesehatan dalam penanganan penyakit Rematik, Gastritis, Hipertensi dan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2868.253 KB) | DOI: 10.56922/phc.v1i1.53

Abstract

Health learning about the application of puzzle playing therapy in preschool age to reduce an anxiety during hospitalization The therapeutic game, in which the nature of therapeutic play is a simple game, and a mechanism for development and critical events such as hospitalization. The therapeutic play believed to have a healing or healing effect with cathartic or anxiety-relieving properties, so that play develops into a therapeutic method for children. Types of games in preschool-age that use motor skills or play skills that are widely chosen, such as candles that can form, such as drawing large manic and puzzles. Puzzle is a game that uses patience and persistence in arranging it. The puzzle playing method chosen as a therapeutic play medium during preschool-age children undergoing treatment in the hospital which aims to reduce the impact of hospitalization because of nursing procedures because this game is easy and does not require a lot of energy, so that gradually the child's mental also gets used to being calm, diligent and patient in getting things done. Extension activities for 4 people consisting of boys and girls. The equipment used for counseling such as leaflets, laptops, LCDs, power points, play therapy equipment. Keywords: Puzzle game; Anxiety; Preschool-age; Hospitalization Bermain merupakan permainan terapeutik (therapeutic play), dimana sifat permainan terapeutik merupakan permainan yang sederhana, dan sebagai mekanisme perkembangan dan peristiwa yang kritis seperti hospitalisasi. Bermain terapeutik diyakini memiliki efek healing atau penyembuhan dengan sifat katarsis atau pelepasan kecemasan sehingga menjadikan bermain berkembang menjadi sebuah metode terapi pada anak. Jenis permainan pada anak usia prasekolah yang menggunakan kemampuan motorik atau skill play yang banyak dipilih yaitu seperti lilin yang dapat dibentuk, menggambar manic manic ukuran besar, dan puzzle. Puzzle merupakan permainan yang menggunakan kesabaran dan ketekunan dalam merangkainya. metode bermain puzzle dipilih sebagai media bermain terapeutik selama anak usia prasekolah menjalani perawatan di rumah sakit yang bertujuan untuk mengurangi dampak hospitalisasi akibat prosedur keperawatan karena permainan ini mudah dan tidak memerlukan energy yang besar, sehingga lambat laun mental anak juga terbiasa untuk bersikap tenang, tekun dan sabar dalam menyelesaikan sesuatu. Kegiatan penyuluhan 4 orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Adapun perlengkapan yang digunakan untuk penyuluhan seperti leaflet, laptop, lcd, power point, perlengkapan terapi bermain.
BALL GRASPING THERAPY TERHADAP KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE NON-HEMORAGIK DI RUMAH SAKIT HARAPAN BUNDA Andri Yulianto; Fharis Apriza Aswadi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v14i2.3045

Abstract

Stroke non-hemoragik (stroke iskemik) merupakan kondisi medis yang timbul akibat terganggunya aliran darah ke otak, umumnya disebabkan oleh adanya sumbatan pada pembuluh darah di otak. Gangguan ini mengakibatkan penurunan pasokan oksigen dan nutrisi ke bagian tertentu di otak, yang pada akhirnya bisa mengakibatkan kerusakan pada sel-sel otak. Tujuan penelitian ini untuk pengaruh ball grasping therapy terhadap kekuatan otot pada pasien stroke non-hemoragik di RS Harapan Bunda Lampung Tengah Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian ini menggunakan penelitian analitik pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posstest. Populasi dalam penelitian adalah semua pasien stroke non-hemoragik berjumlah 30 di RS Harapan Bunda Lampung Tengah Tahun 2024. Sampel penelitian adalah 30 orang dengan teknik sampel yaitu total sampling. Instrumen penelitian ini menggunkan lembar observasi dan SOP ball grasping therapy. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji t test. Berdasarkan hasil data analisis univariat didapatkan hasil bahwa distribusi frekuensi bahwa rata-rata kekuatan otot sebelum dan setelah diberikan ball grasping therapy pada pasien stroke non-hemoragik adalah 0,33 dan 0,77 Hasil analissi bivariat menggunakan uji statistik dengan uji t test pre-test d post-test didapatkan hasil bahwa p value 0,001 dan 0,000 yang artinya ada pengaruh ball grasping therapy terhadap kekuatan otot pada pasien stroke non-hemoragik di RS Harapan Bunda Lampung Tengah Tahun 2024. Diharapkan agar perawat menerapkan menerapkan ball grasping therapy dalam meningkatakan kekuatan otot pada pasien stroke non-hemoragik.