Aby Maulana
Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Pendewasaan Usia Perkawinan dari Aspek Hukum dan Kesehatan Melalui Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) Kecamatan Sawangan Kota Depok Mizna Sabilla; Aby Maulana
Borobudur Journal on Legal Services Vol 3 No 2 (2022): Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bjls.v3i2.8251

Abstract

Praktik perkawinan di bawah umur masih kerap terjadi di Indonesia, salah satunya di Provinsi Jawa Barat yang masuk ke dalam 3 (tiga) provinsi dengan angka perkawinan di bawah umur tertinggi. Perkawinan di bawah umur dapat membawa banyak dampak negatif khususnya yang berkaitan dengan aspek kesehatan, pendidikan, kejiwaan, dan ekonomi. Tujuan dari pengabdian ini yaitu memberikan edukasi tentang pendewasaan usia perkawinan ditinjau dari aspek hukum dan kesehatan remaja di wilayah Depok, khususnya Kecamatan Sawangan. Metode yang digunakan yaitu ceramah, penayangan video dan diskusi tanya jawab melalui kuis pre-test dan post-test. Hasil kegiatan ini menunjukkan rata-rata skor pre-test menunjukkan angka 50,7. Sedangkan, rata-rata skor post-test adalah 80,2. Kenaikan skor diperoleh sebanyak 30 poin. Dari hasil kegiatan tersebut, diharapkan lembaga terkait, seperti institusi pendidikan, lembaga hukum dan kesehatan dapat meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya mencegah perkawinan usia dini.
The Legal Dimensions of Communication in Hospital Settings: A Medicolegal Perspective Muhammad Luthfie Hakim; Aby Maulana; Mizna Sabilla
Jurnal Hukum Replik Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Hukum Replik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jhr.v14i1.16066

Abstract

Communication in healthcare services is not merely a technical or interpersonal matter, but an integral part of the legal and ethical responsibilities of the medical profession. This article aims to examine the legal aspects of communication in hospitals through a normative and analytical approach. The discussion focuses on the classification of communication types (clinical and administrative), effective communication methods (SBAR and closed-loop), and the strategic role of medical records in documenting explanations and informed consent. By tracing the provisions of Law Number 17 of 2023 on Health, related ministerial regulations, and field practices, this paper shows that communication and documentation failures are among the main causes of medical disputes in Indonesia. It also identifies common documentation errors, such as incomplete information, undocumented explanations, or explanations delivered by unauthorized personnel. The article concludes that effective and well-documented communication not only protects patient rights but also strengthens the legal standing of medical professionals and hospitals. Reforming communication and documentation systems in healthcare facilities should be an integral part of quality improvement and legal protection strategies in medical practice.