Seiring dengan berkembangnya teknologi yang sangat cepat dan serba canggih Madrasah Ibtidaiyyah Humaira’ Kota Bengkulu merupakan salah satu lembaga yang mengkolaborasikan antara pendidikan formal dan Pesantren anak usia dini, demi menjawab tantangan global yang membutuhkan wawasan keilmuan yang sangat mumpuni dibidang duniawi maupun ukhrowi. MI Humaira’ berupaya Untuk menjadikan suasana sekolah lebih kondusif, dibutuhkan suatu metode atau cara dalam mengelola konflik. Implemetasi manajemen konflik ternyata mampu menciptakan hubungan kerja yang kondusif dengan melestarikan budaya saling menghargai perbedaaan, mau menerima kritikan yang bersifat masukan untuk kebaikan, saling menghargai dan menjaga satu sama lain, serta mewujudkan komunikasi terbuka dengan penuh keikhlasan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan model penelitian lapangan atau studi kasus. Proses pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan dengan cara 1). Pengumpulan data, 2). Kondensasi data, 3). Penyajian data dan 4). Verivikasi. Pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah Credibility dan dependability. Tujuan dari penelitian ini adalah 1). Mengetahui Implementasi Manajemen Konflik Di MI Humaira Bengkulu 2) Mengetahui Peran Kepala Sekolah dalam Mengoptimalkan Penerapan Manajemen Konflik. Penelitian yang saya lakukan ini mendapatkan hasil sebagai berikut 1) Manajemen Konflik di MI Humaira’Bengkulu secara tertulis dan terprogram tidak ada, akan tetapi Adanya komunikasi antara Kepala Sekolah dengan para bawahanya didalam mengatasi setiap masalah yang sedang terjadi di sekolah serta pemanfaatan manajemen konflik dengan meninjau perkara yang berkaitan dengan karakter setiap individu 2) Kepala sekolah berkomunikasi dengan para bawahanya serta Konflik diselesaikan dengan melibatkan pihak-pihak yang terkait konflik didalamnya serta Adanya hubungan yang baik antara guru dan siswa, yang mana guru selalu menjalin komunikasi yang baik kepada para siswanya.