I Gst Ngurah Agus Bagus Widiana
Universitas Panji Sakti Singaraja

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DAMPAK REVITALISASI PASAR TRADISIONAL DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PARA PEDAGANG DI PASAR KEDIRI KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN TABANAN I Nyoman Alit Badrika; I Gst Ngurah Agus Bagus Widiana
Locus Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v15i1.1235

Abstract

Pasar Kediri merupakan salah satu pasar tradisional yang menjadi target revitalisasi. Ada beberapa alasan mengapa perlu diadakannya revitalisasi pada Pasar Kediri yaitu terkait kondisi Pasar Kediri yang tidak bisa berkembang dengan baik. Kondisi Pasar Kediri terkesan kumuh, kotor, pengap, dan daya tampung pasar untuk pedagang tidak memadai. Selain adanya faktor tersebut, Pemerintah merevitalisasi Pasar Kediri dengan tujuan untuk melakukan penataan pedagang dan pengembangan pasar tradisional dengan konsep semi modern. Dalam proses revitalisasi diperlukan adanya inovasi pasar dengan mengubah cara bisnis yang dilakukan.Berdasarkan perkembangan yang terjadi hingga saat ini, ternyata proses revitalisasi pasar tradisional di Kabupaten Tabanan belum mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di dalam pasar itu sendiri. Latar belakang penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak revitalisasi pasar tradisional terhadap pendapatan pedagang di Pasar Kediri Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan.  Hasil menunjukan bahwa mayoritas pedagang di Pasar Kediri merupakan penduduk asli Kabupaten Tabanan. Revitalisasi tidak mengubah hubungan sosial antar pedagang, maupun pedagang dengan aparat yang selama ini terjalin dengan baik. Setelah revitalisasi kondisi bangunan Pasar Kediri Tabanan menjadi lebih bersih dan rapi. Setelah direvitalisasi pendapatan pedagang mulai mengalami sedikit peningkatan akan tetapi karena pademi covid-19 yang melanda dunia dan juga Indonesia mengakibatkan Pendapatan Pedagang mengalami penurunan hampir 50 (Lima Puluh Persen).