I Dewa Nyoman Arta Jiwa
Universitas Panji Sakti Singaraja

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI NASABAH MENABUNG PADA LEMBAGA PERKREDITAN DESA ADAT KALISADA, KABUPATEN BULELENG Ketut Happy Wahyuni; I Dewa Nyoman Arta Jiwa; I Gde Made Metera
Widya Amerta Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/wa.v9i2.1216

Abstract

Pembangunan perekonomian pedesaan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi karena sebagian besar penduduk Kabupaten Buleleng berada di daerah pedesaan. Maka, Lembaga Perkreditan Desa menjadi sumber pendanaan yang berkembang di desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi nasabah menabung pada Lembaga Perkreditan Desa Adat Kalisada, Kabupaten Buleleng. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan kuisioner. Teknik analisis yang diterapkan yaitu analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif melalui analisis faktor. Berdasarkan hasil analisis melalui analisis faktor didapatkan bahwa terbentuk 4 (empat) faktor inti yang berpengaruh pada keinginan nasabah dalam menabung yaitu faktor kebudayaan, faktor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologis dengan total varian kumulatif untuk keempat faktor tersebut adalah sebesar 65,752%. Faktor yang paling dominan memengaruhi nasabah menabung pada LPD Desa Adat Kalisada, Kabupaten Buleleng adalah faktor dengan nilai eigenvalues sebesar 2,781 dan presentase varian sebesar 25,285%. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat 4 faktor yang mempengaruhi budaya menabung nasabah di LPD Desa Adat Kalisada dengan faktor kebudayaan menjadi faktor paling dominan. Oleh karena itu, disarankan kepada pengelola LPD Desa Adat Kalisada, Kabupaten Buleleng untuk lebih memperhatikan Faktor Budaya dalam keputusan nasabah dalam menabung.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT PADA KANTOR KELURAHAN BANJAR TEGAL KECAMATAN BULELENG Luh Artaningsih; I Gde Made Metera; I Dewa Nyoman Arta Jiwa
Widya Amerta Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/wa.v10i1.1452

Abstract

Pelayanan yang baik memberikan citra yang baik bagi organisasi atau instansi yang bersangkutan. Bila pelayanan yang diberikan dapat melebihi harapan masyarakaat, maka akan menimbulkan perasaan puas bagi masyarakat. Tujuan penelitian : 1) Untuk mengetahui pengaruh antara gaya kepemimpinan terhadap kepuasan masyarakat pada Kantor Kelurahan Banjar Tegal Kecamatan Buleleng. 2) Untuk mengetahui pengaruh antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat. 3) Untuk mengetahui pengaruh antara gaya kepemimpinan dan kualitas pelayanan secara simultan terhadap kepuasan masyarakat.4) Untuk mengetahui variabel yang lebih dominan memengaruhi kepuasan masyarakat. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 260 kk, sedangkan sampelnya 72 kk. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei penjelasan (expanatory survey method) dengan pendekatan kuantitatif melalui regresi dan korelasi berganda. Berdasarkan hasil Analisis Regresi Linear Berganda diperoleh Nilai konstanta (α) yang diperoleh sebesar 16.988 artinya jika variabel gaya kepemimpinan, dan Kepuasan Masyarakat bernilai 0 maka besarnya tingkat Kepuasan Masyarakat yang terjadi adalah sebesar 16.988. Koefisien regresi X1 = -0.088, artinya jika gaya kepemimpinan naik sebanyak 1 satuan, maka Kepuasan Masyarakat akan turun sebesar 0.088. Koefisien regresi X2 = 0,255 artinya jika kualitas pelayanan meningkat sebanyak 1 satuan maka Kepuasan Masyarakat akan meningkat sebesar 0,255. Berdasarkan hasil Uji Parsial (Uji t) , maka dapat ditetapkan thitung dari masing–masing variable adalah X1 sebesar-0,942 sedangkan X2 sebesar 2,848, ttabel dengan tingkat kesalahan 5% ditetapkan sebesar 1,666. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel gaya kepemimpinan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kepuasan masyarakat karena thitung lebih kecil dari ttabel sedangan variable Kepuasan Masyarakat memiliki pengaruh yang siginifikan karena thitung lebih besar dari ttabel. Berdasarkan Uji Koefisien Determinasi koefisien determinasi yang disesuaikan (R Square) sebesar 0,119 memberi pengertian bahwa variasi yang terjadi pada variabel Y (Kepuasan Masyarakat) adalah sebesar 11.9% ditentukan oleh variabel gaya kepemimpinan dan Kepuasan Masyarakat selebihnya sebesar 88.9% (100% -11.9%) ditentukan oleh faktor lain yang tidak diketahui dan tidak termasuk dalam analisa regresi ini. Dari analisis tersebut diatas menunjukan bahwa gaya kepemimpinan tidak signifikan berpengaruh terhadap Kepuasan masyarakat, sebaliknya Kualitas Pelayananan secara signifikan berpengaruh terhadap Kepuasan Masyarakat.