fadia - zahra
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DISFUNGSI PERAN KELUARGA BAGI GENERASI Z fadia - zahra
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 no. 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i2.61586

Abstract

Keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan kehidupan anak baik dari aspek fisik ataupun psikis, yang mana untuk keselasarasan dalam berinteraksi dengan lingkungan. Generasi ini merupakan generasi yang sedini mungkin akrab dengan teknologi dan internet. Generasi Z sering disebut sebagai generasi digital yang tumbuh dan berkembang dengan mengandalkan teknologi dan berbagai perangkat teknologi. Pada usia ini, Generasi Z tergolong remaja yang mengalami perubahan pesat secara fisik, emosional, sosial, moral, dan intelektual. Munculnya generasi Z juga menjadikan tantangan baru dalam pola praktik pengasuhan keluarga.            Praktik pengasuhan dalam keluarga memiliki pengaruh yang besar terhadap anak, seperti dalam hal  kesehatan mental, kesejahteraan anak, harga diri yang positif, kepuasan hidup, kebahagiaan dan perkembangan moral. Oleh karena itu, keluarga hendaknya selalu bisa di sisi anaknya, serta bisa menjadi satu-satunya tempat untuk anak berbagi segalanya. Nyatanya berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada anak generasi Z menunjukkan adanya disfungsi peran dan fungsi keluarga. Disfungsi ini menurut Robert K Merton adalah keadaan dimana suatu sruktur atau elemen tidak berfungsi sebagaimana semestinya. Dalam disfungsi keluarga berarti adanya ketidaksesuaian peran dalam keluarga sehingga terjadinya ketidakseimbangan dalam keluarga. Bentuk disfungsi tersebut yaitu, tidak ada ikatan emosional yang kuat dalam keluarga, komunikasi dan interaksi yang tidak efektif dalam keluarga, orangtua yang sibuk bekerja, pola asuh yang tidak sesuai. Hal tersebut memberikan dampak yaitu, anak tidak nyaman didalam rumah, proses sosialisasi nilai dan norma tidak efektif, dan kenakalan remaja.