Simulasi kendali kebisingan aktif pada knalpot ini merupakan upaya peneliti untuk membantu mengurangi pencemaran suara yang bersumber dari knalpot sepeda motor khususnya di daerah perkotaan padat penduduk. Selain itu, penelitian ini bermanfaat untuk mempermudah dan menghemat biaya, serta waktu penelitian sebelum sistem kendali kebisingan aktif dirancang. Simulasi akustik ini bertujuan untuk mengetahui kinerja sistem kendali kebisingan aktif yang dipasang pada knalpot, dan menginterpretasi kontur kebisingan di sekitar knalpot dalam penelitian ini jarak titik pengukuran terhadap sumber kebisingan adalah 1 m terhadap masing-masing sumbu (X, Y, Z). Penelitian ini terbagi dalam beberapa tahap, di antaranya: pertama, mengukur dimensi setiap komponen, yang terdiri dari knalpot, speaker, dan pipa paralon, selanjutnya melakukan pemodelan setiap komponen tersebut dengan bantuan komputer. Kedua, merekayasa model dengan mendefenisikan material bahan stiap komponen yang sesuai dan membagi setiap komponen ke dalam bentuk yang lebih kecil, yang disebut dengan mesh. Ketiga, merekayasa parameter yang terlibat terhadap kondisi sebenarnya, di antaranya, yaitu mendefenisikan kondisi batas, menetapkan excitation. Kemudian tahap yang terakhir adalah menentukan hasil yang diinginkan, yaitu sound pressure level (SPL). Kesimpulan dari simulasi yang telah dilakukan adalah bahwa sistem kendali kebisingan aktif ini bekerja baik pada putaran rendah, yaitu pada putaran 1000 diperoleh nilai reduksi kebisingan sebesar 2 db. Dan sebaliknya sistem kendali kebisingan aktif ini tidak bekerja pada ptaran tinggi, yaitu pada putaran 4000 tidak dapat mereduksi kebisingan. Selain itu, disimpulkan juga bahwa hasil simulasi lebih kecil sebesar 14 db atau sekitar 23% dari hasil yang diperoleh melalui pengukuran langsung secara eksperimental menggunakan alat SPL. Kata Kunci: excitation, mesh, kontur, parameter, rekayasa.