Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kadar Patchouli Alcohol menggunakan Gas Chromatography pada Pemurnian Minyak Nilam menggunakan Adsorben Zeolit Dyan Septyaningsih H. HP.; Isni Nurani; Emas Agus Prastyo Wibowo
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-11 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses ekstraksi minyak nilam yang dilakukan oleh sebagian produsen minyak nilam di Indonesia masih sederhana dan belum benar, sehingga kualitas minyak yang dihasilkan belum maksimal ditandai dengan warna gelap karena kandungan zat pengotor. Akibatnya, harga jual minyak nilam turun. Padahal 90% pasokan minyak nilam dunia berasal dari Indonesia. Proses adsorbsi dapat digunakan untuk memurnikan minyak nilam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kefektivan zeolit sebagai adsorben untuk memurnikan minyak nilam dari zat pengotor. 10 ml sampel minyak nilam diadsorbsi menggunakan zeolit teraktifkan sebanyak 1 gram. Proses pengadukan dilakukan selama 2 jam sampai zeolit larut sempurna dalam minyak nilam. Setelah larut lalu disaring dan dimasukkan ke dalam beakerglass. Filtrat hasil pemurnian selanjutnya dianalisis menggunakan Gas Chromatography (GC) di Laboratorium Kimia Universitas Negeri Semarang. Hasil penelitian secara visual yaitu perubahan warna sampel dari coklat gelap menjadi kuning jernih. Perubahan warna menunjukkan bahwa zat-zat pengotor dalam sampel terikat oleh zeolit menjadi residu dan filtrat pun menjadi jernih. Zeolit memiliki permukaan luas yang dapat mengadsorbsi zat pengotor pada minyak nilam, sehingga kadar zat pengotor tersebut turun. Hasil analisis menggunakan Gas Chromatography (GC) yaitu fraksi patchouli alkohol terdapat pada waktu retensi 27,806 dengan kadar patchouli alcohol sebesar 22,98869 %. Puncak patchouli alkohol dalam kromatogram minyak nilam terletak pada akhir kromatogram. Hal ini menunjukkan bahwa patchouli alkohol merupakan komponen yang memiliki titik didih relatif tinggi dalam minyak nilam sehingga memiliki daya fiksasi tinggi terhadap bahan pewangi lain yang membuat aroma wangi menjadi tahan lama.Kata Kunci: adsorben, ekstraksi, filtrat, minyak atsiri