Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Lempung Untuk Pembuatan Keramik Halus Keras (Studi Kasus Di Gunung Siwareng, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta) Octaviani e; Lhila Rosita Sari
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-11 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lempung adalah salah satu dari bahan galian yang memiliki cukup banyak manfaat yang mencukupi kebutuhan masyarakat. Lempung digunakan untuk pembuatan berbagai produk keramik seperti keramik hias, genteng, batubata, wastafel, kapur, gips, peralatan dapur dan sebagainya. Keramik adalah produk yang dibuat dari campuran bahan galian an-organik non-logam (lempung dan bahan pencampurnya) yang dalam prosesnya diperlakukan dengan panas yang tinggi, mempunyai struktur kristalin, non kristalin atau campuran dari keduanya (Nuryanto, 2002).  Pada umumnya lempung di lokasi dan daerah Yogyakarta terbatas pada pemanfaatan keramik jenis gerabah kasar (terra cotta) yang tentu harganya kecil. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan mutu keramik Daerah Siwareng atau daerah-daerah lain yang memiliki sumber bahan galian sama. Metode peneltian dilakukan dua tahap yaitu penelitian lapangan (geologi, geomorfologi, dan pengambilan conto) dan penelitian laboratorium (uji karakteristik fundamental dan uji teknis). Pada Analisis Besar Butir, prosentase butir lempung adalah 92.35% yang berarti bahwa conto kaya bahan lempung dan berpeluang untuk pembuatan keramik. Pada analisis kimia Metode Basah didapat prosentase senyawa SiO2 (58.25%), Al2O3 (20.38%), Fe2O3 (5.10%), TiO2 (0.25%), CaO (1.49%), MgO (0.40%), Na2O (1.02%), K2O (1.07%). Pada analisis X-RD didapatkan hasil jenis lempung adalah Halloysite (Al2O2SiO2(2-4)H2O). Pada sayatan petrografi conto mentah dan usai dibakar (9000C & 10000C) menunjukkan perubahan rekristalisasi. Dalam uji teknis dilakukan uji cara plastis dan cara cor. Hasil uji coba cara plastis menunjukkan bahwa conto EW3 dan EW4 telah memenuhi syarat menjadi keramik halus keras (SNI 15-1147-89) pada suhu 9000C. Sedangkan pada cara cor menunjukkan bahwa conto EWCP II-2 berhasil secara teknis.  Kata Kunci: keramik halus, gerabah halus keras, Halloysite, Kaolin